Sudah mengikuti interview kerja, tetapi setelah itu tidak ada kabar dari perusahaan. Hari berganti hari, kandidat hanya menunggu tanpa tahu apakah diterima, ditolak, atau proses rekrutmennya masih berjalan.
Kondisi seperti ini cukup membuat frustrasi. Apalagi jika sebelumnya recruiter mengatakan bahwa hasil interview akan diberikan pada tanggal tertentu.
Lalu, apakah perusahaan wajib memberi kabar setelah interview?
Kandidat Berhak Mendapat Kejelasan
Dari sisi kandidat, mendapatkan informasi mengenai kelanjutan proses rekrutmen adalah hal yang wajar.
Perusahaan memang memiliki keputusan akhir dalam memilih kandidat. Namun, ketika kandidat sudah meluangkan waktu untuk mengikuti interview dan tahapan seleksi lainnya, memberikan informasi mengenai status prosesnya merupakan bentuk komunikasi yang baik.
Kabar tersebut tidak harus selalu berupa penerimaan.
Jika kandidat tidak lolos, informasi sederhana seperti “Anda belum dapat melanjutkan ke tahap berikutnya” jauh lebih baik daripada tidak ada kabar sama sekali.
Kenapa Perusahaan Sering Tidak Memberi Kabar?
Ada berbagai kemungkinan.
Recruiter mungkin masih menunggu keputusan user, proses seleksi belum selesai, ada perubahan kebutuhan tenaga kerja, atau perusahaan masih membandingkan beberapa kandidat.
Karena itu, tidak adanya kabar tidak selalu berarti kandidat pasti ditolak.
Namun, jika perusahaan sudah menjanjikan waktu pemberitahuan, sebaiknya informasi tersebut diberikan sesuai jadwal atau kandidat diberi tahu jika terjadi perubahan.
Bagaimana Jika Kandidat Sudah Menunggu Lama?
Kandidat tidak perlu hanya menunggu tanpa kepastian.
Jika waktu yang dijanjikan sudah lewat, kandidat dapat menghubungi recruiter untuk menanyakan perkembangan proses rekrutmen secara sopan.
Contohnya:
“Halo Kak, saya ingin menanyakan terkait proses interview yang saya ikuti pada [tanggal]. Sebelumnya diinformasikan bahwa hasil seleksi akan disampaikan pada [waktu]. Apakah sudah ada informasi mengenai kelanjutan prosesnya? Terima kasih.”
Setelah melakukan follow-up, kandidat tetap sebaiknya mencari peluang lain dan tidak menghentikan pencarian kerja hanya karena menunggu satu perusahaan.
Bagaimana dengan Kandidat yang Diminta Menunggu Berjam-jam?
Memberikan waktu tunggu kepada kandidat juga perlu diperhatikan.
Kandidat yang datang sesuai jadwal sudah meluangkan waktu dan mungkin harus menempuh perjalanan, mengambil cuti, atau mengeluarkan biaya transportasi.
Jika terjadi keterlambatan karena kondisi tertentu, recruiter sebaiknya memberikan informasi dan perkiraan waktu tunggu kepada kandidat.
Menghargai waktu kandidat merupakan bagian dari proses rekrutmen yang profesional.
Bagaimana Jika Undangan Interview Diberikan Secara Mendadak?
Tidak semua kandidat memiliki waktu yang sepenuhnya kosong hanya karena sedang mencari pekerjaan.
Kandidat bisa saja masih bekerja, memiliki urusan keluarga, atau sudah memiliki jadwal lain.
Karena itu, jika kandidat meminta penjadwalan ulang karena undangan terlalu mendadak, komunikasi sebaiknya tetap dilakukan dengan baik.
Recruiter dapat menawarkan jadwal alternatif, sementara kandidat juga sebaiknya memberikan alasan dan waktu yang jelas.
Apakah Kandidat Juga Harus Menghargai Recruiter?
Tentu.
Menghargai kandidat bukan berarti kandidat bebas datang terlambat, membatalkan interview tanpa kabar, atau tidak mengikuti ketentuan yang sudah disepakati.
Hubungan yang profesional berlaku untuk kedua pihak.
Perusahaan menghargai waktu kandidat, dan kandidat juga menghargai waktu recruiter serta proses seleksi perusahaan.
Rekrutmen Bukan Hanya Tentang Memilih Kandidat
Perusahaan memang memiliki posisi yang lebih menentukan dalam proses rekrutmen karena merekalah yang memilih siapa yang diterima.
Namun, kandidat juga sedang menilai perusahaan.
Cara recruiter berkomunikasi, ketepatan waktu interview, kejelasan informasi, dan bagaimana kandidat diperlakukan dapat memengaruhi pandangan seseorang terhadap perusahaan.
Karena itu, pengalaman kandidat selama proses rekrutmen sebaiknya tidak dianggap sebagai hal sepele.
Kesimpulan
Tidak adanya kabar setelah interview memang bisa membuat kandidat merasa tidak dihargai. Meskipun perusahaan memiliki alasan dan proses internal yang perlu diselesaikan, komunikasi tetap penting.
Memberikan kabar apakah kandidat melanjutkan proses atau tidak, memberi informasi ketika terjadi perubahan jadwal, serta menghargai waktu kandidat merupakan bagian dari proses rekrutmen yang profesional.
Pada akhirnya, perusahaan membutuhkan karyawan dan kandidat membutuhkan pekerjaan. Hubungan tersebut seharusnya dimulai dengan komunikasi dan sikap saling menghargai.
Pingback: Kenapa Kandidat Sering Diminta Menunggu Lama Saat Interview? - Hirenakes.com
Pingback: Bolehkah Meminta Reschedule Interview Jika Undangannya Mendadak? - Hirenakes.com