HR Bilang Akan Mengabari dalam 2 Minggu, Tapi Sudah Sebulan Tidak Ada Kabar. Apakah Berbohong?

“Untuk hasil interview, nanti akan kami kabari dalam waktu sekitar dua minggu.”

Kalimat seperti ini cukup sering didengar pencari kerja setelah mengikuti interview. Kandidat kemudian pulang dengan harapan sekaligus kepastian bahwa setidaknya dalam dua minggu akan ada informasi, baik dinyatakan lolos maupun tidak lolos.

Namun, dua minggu berlalu.

Tidak ada telepon. Tidak ada email. Tidak ada WhatsApp.

Memasuki minggu ketiga, masih belum ada kabar. Bahkan ketika sudah satu bulan berlalu, informasi yang ditunggu tidak kunjung datang.

Lalu muncul pertanyaan:

Apakah HR sebenarnya berbohong?

Belum tentu.

Estimasi waktu yang diberikan HR tidak selalu merupakan janji bahwa keputusan pasti selesai pada tanggal tersebut. Namun, jika perusahaan mengatakan kandidat akan mendapatkan informasi tetapi kemudian tidak memberikan kabar sama sekali dalam waktu yang jauh lebih lama, wajar jika kandidat merasa kecewa dan mempertanyakan profesionalitas proses rekrutmennya.

Apakah HR Berbohong Jika Hasil Interview Tidak Keluar Sesuai Estimasi?

Tidak bisa langsung disimpulkan demikian.

Ketika HR mengatakan “sekitar dua minggu”, bisa jadi informasi tersebut memang berdasarkan kondisi proses rekrutmen pada saat interview.

Namun, setelah interview selesai, berbagai hal dapat berubah.

Misalnya, keputusan masih menunggu pihak lain, proses kandidat lain belum selesai, kebutuhan tenaga kerja berubah, atau perusahaan membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan kandidat.

Karena itu, estimasi dua minggu tidak selalu berarti hasil pasti akan diberikan tepat dua minggu kemudian.

Yang menjadi masalah adalah ketika kandidat sama sekali tidak mendapatkan informasi setelah melewati waktu yang dijanjikan.

Jika proses memang masih berjalan, perusahaan sebenarnya dapat memberikan pembaruan sederhana seperti:

“Proses seleksi masih berlangsung dan membutuhkan waktu lebih lama. Kami akan memberikan informasi setelah keputusan final tersedia.”

Informasi sesingkat itu sudah dapat membantu kandidat memahami bahwa prosesnya belum selesai.

Kenapa HR Bisa Memberikan Estimasi Dua Minggu tetapi Hasilnya Lebih Lama?

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan kondisi tersebut.

1. Keputusan Masih Menunggu User

HR bisa saja sudah menyelesaikan bagian interview, tetapi keputusan akhir masih berada di pihak user atau kepala bagian yang membutuhkan kandidat.

Selama keputusan tersebut belum diberikan, HR mungkin belum dapat menyampaikan hasil final kepada kandidat.

2. Perusahaan Masih Membandingkan Kandidat

Perusahaan mungkin belum selesai melakukan interview terhadap kandidat lain.

Meskipun Anda sudah selesai interview, proses rekrutmen secara keseluruhan mungkin masih berlangsung.

HR dapat membutuhkan waktu untuk membandingkan beberapa kandidat sebelum memberikan keputusan.

3. Ada Perubahan Kebutuhan Perusahaan

Kebutuhan tenaga kerja dapat berubah setelah proses rekrutmen dimulai.

Posisi yang sebelumnya ingin segera diisi bisa mengalami penundaan, perubahan jumlah kebutuhan, atau perubahan keputusan internal.

Dalam kondisi seperti ini, hasil interview yang awalnya diperkirakan selesai dalam dua minggu dapat ikut tertunda.

4. Kandidat Utama Belum Memberikan Kepastian

Dalam beberapa proses rekrutmen, perusahaan bisa memiliki kandidat yang menjadi pilihan utama.

Namun, perusahaan mungkin masih menunggu apakah kandidat tersebut menerima tawaran atau melanjutkan proses.

Kandidat lain akhirnya belum mendapatkan keputusan final karena perusahaan masih menunggu kepastian tersebut.

5. Komunikasi HR Tidak Berjalan dengan Baik

Kemungkinan lain yang juga perlu diakui adalah masalah komunikasi.

Bisa saja proses seleksi sebenarnya sudah memiliki keputusan, tetapi informasi tersebut belum disampaikan kepada kandidat.

Atau HR terlalu sibuk menangani proses lain sehingga pemberitahuan kepada kandidat tertunda.

Dari sudut pandang kandidat, kondisi ini tetap mengecewakan karena yang dibutuhkan sebenarnya bukan hanya hasil, tetapi juga kepastian.

Kalau HR Bilang “Pasti Dikabari”, Apakah Berarti Pasti Mendapat Kabar?

Kalimat seperti “nanti pasti kami kabari, baik lolos maupun tidak lolos” tentu memberikan harapan bahwa kandidat akan menerima informasi.

Namun, dalam praktiknya, tidak semua perusahaan benar-benar memberikan pemberitahuan kepada setiap kandidat.

Ada perusahaan yang konsisten mengirimkan informasi hasil seleksi, tetapi ada juga yang hanya menghubungi kandidat yang melanjutkan ke tahap berikutnya.

Karena itu, kandidat sebaiknya membedakan antara:

perusahaan mengatakan akan memberikan kabar

dan

perusahaan benar-benar memberikan kabar.

Jika perusahaan sudah mengatakan akan memberikan informasi tetapi tidak melakukannya, kandidat wajar merasa kecewa.

Namun, hal tersebut tetap tidak cukup untuk membuktikan bahwa HR sengaja berbohong.

Apakah Jika Seminggu Tidak Ada Kabar Berarti Pasti Tidak Lolos?

Tidak.

Anggapan seperti “kalau satu minggu tidak dihubungi berarti 99% tidak lolos” terlalu sederhana.

Tidak ada patokan universal bahwa kandidat yang tidak dihubungi dalam satu minggu pasti gagal.

Ada perusahaan yang mengambil keputusan dalam beberapa hari. Ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Karena itu, jangan menjadikan satu minggu, dua minggu, atau angka tertentu sebagai bukti pasti bahwa Anda diterima atau ditolak.

Yang lebih penting adalah melihat estimasi yang diberikan perusahaan dan perkembangan prosesnya.

Sudah Sebulan Tidak Ada Kabar, Apa yang Harus Dilakukan?

Jika HR mengatakan akan memberikan kabar dalam dua minggu dan sudah satu bulan tidak ada informasi, Anda tidak perlu terus menunggu dalam diam.

Lakukan follow-up.

Anda dapat mengirim pesan seperti:

Halo Kak, saya [nama], sebelumnya mengikuti interview untuk posisi [nama posisi] pada [tanggal]. Saat interview saya mendapat informasi bahwa hasil seleksi diperkirakan akan disampaikan dalam sekitar dua minggu. Saya ingin menanyakan apakah sudah ada perkembangan terkait proses tersebut. Terima kasih atas waktunya, Kak.

Pesan tersebut tidak menuduh HR lupa atau berbohong.

Anda hanya meminta informasi mengenai status proses.

Jika perusahaan memang masih melakukan seleksi, HR memiliki kesempatan untuk menjelaskan bahwa prosesnya membutuhkan waktu lebih lama.

Bagaimana Jika Sudah Follow-Up tetapi Tetap Tidak Ada Respons?

Jika sudah melakukan follow-up tetapi tidak mendapatkan jawaban, jangan menghabiskan seluruh waktu untuk menunggu.

Anda dapat memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk merespons, tetapi pada saat yang sama tetap mencari pekerjaan lain.

Hal ini penting karena tidak ada kepastian bahwa proses interview tersebut akan berakhir dengan penerimaan.

Tetap kirim lamaran, ikuti interview lain, dan manfaatkan peluang yang tersedia.

Jika suatu saat perusahaan yang sebelumnya Anda tunggu akhirnya menghubungi, Anda masih dapat mempertimbangkan tawaran tersebut.

Dengan begitu, Anda tidak kehilangan peluang lain hanya karena menunggu satu perusahaan.

Apakah Kandidat Boleh Kecewa?

Tentu.

Kandidat yang sudah mengikuti interview biasanya sudah memberikan waktu, tenaga, dan dalam beberapa kasus biaya untuk mengikuti proses seleksi.

Ada kandidat yang harus melakukan perjalanan jauh, mengambil izin kerja, mengikuti psikotes, menyiapkan dokumen, atau mengikuti beberapa tahap interview.

Karena itu, ketika perusahaan mengatakan akan memberikan kabar tetapi kemudian tidak ada informasi selama berminggu-minggu, rasa kecewa adalah hal yang wajar.

Yang perlu dibedakan adalah kecewa terhadap proses komunikasi dengan langsung menuduh bahwa HR sengaja berbohong.

Kita tidak mengetahui kondisi internal perusahaan hanya dari tidak adanya kabar.

Dari Sisi Kandidat, Yang Dibutuhkan Sebenarnya Bukan Selalu Jawaban “Lolos”

Menariknya, banyak keresahan pencari kerja bukan karena mereka tidak siap menerima penolakan.

Yang membuat frustrasi justru ketidakpastian.

Jika memang tidak lolos, kandidat bisa segera melanjutkan pencarian pekerjaan.

Jika masih diproses, kandidat juga bisa menunggu sambil tetap mencari peluang lain.

Yang sulit adalah ketika kandidat tidak tahu apakah dirinya masih dipertimbangkan atau prosesnya sudah berhenti.

Karena itu, komunikasi mengenai status proses menjadi bagian penting dari pengalaman kandidat.

Jangan Menghentikan Pencarian Kerja Hanya Karena Dijanjikan Akan Dikabari

Salah satu hal terpenting bagi pencari kerja adalah tidak menganggap sebuah interview sebagai pekerjaan yang sudah pasti.

Selama belum mendapatkan informasi penerimaan atau offering secara resmi, hasilnya masih belum pasti.

Jadi, meskipun HR mengatakan:

“Nanti kami kabari.”

Tetap lanjutkan pencarian kerja.

Anda tidak perlu menunggu satu perusahaan secara eksklusif.

Jika ada lowongan lain yang sesuai, tetap kirim lamaran. Jika ada panggilan interview dari perusahaan lain, tetap ikuti.

Dengan begitu, Anda tetap memiliki pilihan.

Jika Sudah Interview dan Tidak Ada Kabar

Jika Anda mengalami situasi seperti ini, jangan langsung menganggap bahwa Anda gagal ataupun bahwa HR pasti berbohong.

Lihat terlebih dahulu estimasi waktu yang diberikan, tunggu sampai batas waktu tersebut terlewati, lalu lakukan follow-up dengan sopan.

Jika tetap tidak mendapatkan respons, jangan berhenti mencari peluang lain.

Untuk panduan lebih lengkap mengenai kondisi ketika sudah interview kerja tapi tidak ada kabar, Anda dapat membaca artikel utama Hirenakes yang membahas langkah yang bisa dilakukan kandidat dalam situasi tersebut.

Kesimpulan

HR mengatakan akan memberikan kabar dalam dua minggu tetapi ternyata sudah sebulan tidak ada informasi tidak otomatis berarti HR berbohong.

Proses rekrutmen dapat mengalami berbagai perubahan, mulai dari keputusan yang masih menunggu user, proses seleksi kandidat lain, perubahan kebutuhan perusahaan, hingga masalah komunikasi internal.

Namun, jika perusahaan sudah memberikan estimasi dan berjanji akan memberikan informasi, kandidat tentu wajar mengharapkan adanya komunikasi ketika proses tersebut mengalami keterlambatan.

Jika waktu yang dijanjikan sudah lewat, lakukan follow-up dengan sopan.

Dan yang paling penting, jangan berhenti mencari pekerjaan hanya karena sedang menunggu kabar dari satu perusahaan.

Bagi pencari kerja, penolakan memang bisa diterima. Yang jauh lebih melelahkan adalah menunggu tanpa mengetahui apakah masih memiliki kesempatan atau tidak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top