Sudah menemukan rumah sakit yang diinginkan untuk bekerja, sudah mengirim lamaran, tetapi akhirnya ditolak. Lebih membuat kecewa ketika mengetahui posisi tersebut justru diberikan kepada kandidat yang sudah memiliki pengalaman kerja.
Situasi seperti ini cukup mudah membuat fresh graduate merasa kalah. Apalagi jika kemudian mendengar dari teman yang sudah bekerja di tempat tersebut bahwa orang yang diterima memiliki kinerja yang dianggap kurang cepat.
Namun, sebelum menyimpulkan bahwa keputusan perusahaan tidak tepat atau merasa diri sendiri sebenarnya lebih layak, ada beberapa hal yang perlu dilihat dengan lebih tenang.
Ditolak dalam satu proses rekrutmen bukan berarti kemampuan kita buruk. Begitu juga ketika kandidat lain diterima, bukan berarti dirinya pasti lebih baik dalam segala hal.
Ditolak Kerja Setelah Fresh Graduate Memang Bisa Bikin Kecewa
Rasa kecewa setelah ditolak kerja adalah hal yang wajar, terutama jika rumah sakit tersebut memang menjadi tempat yang sudah lama diincar.
Fresh graduate biasanya juga menghadapi tantangan tersendiri. Belum banyak pengalaman kerja membuat sebagian pelamar merasa harus bersaing dengan kandidat yang sudah pernah bekerja sebelumnya.
Ketika akhirnya perusahaan memilih kandidat yang lebih berpengalaman, muncul pikiran seperti:
“Kalau pengalaman yang dicari, bagaimana fresh graduate bisa mendapatkan kesempatan pertama?”
Pertanyaan tersebut memang masuk akal.
Namun, proses rekrutmen tidak hanya ditentukan oleh satu faktor. Pengalaman kerja bisa menjadi salah satu pertimbangan, tetapi perusahaan juga dapat melihat kompetensi, hasil wawancara, kebutuhan posisi, kecocokan dengan tim, serta berbagai pertimbangan lainnya.
Karena itu, jangan langsung mengartikan penolakan sebagai bukti bahwa diri sendiri tidak cukup baik.
Fresh Graduate Kalah dari Kandidat Berpengalaman, Apakah Berarti Kurang Mampu?
Belum tentu.
Ketika dua orang melamar posisi yang sama, perusahaan tidak selalu sedang menentukan siapa yang “paling hebat”. Bisa saja perusahaan sedang mencari kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan posisi pada saat itu.
Kandidat berpengalaman memang memiliki keunggulan karena sudah pernah menghadapi lingkungan kerja sebelumnya. Tetapi fresh graduate juga memiliki kelebihan, seperti kesempatan untuk belajar, kemampuan beradaptasi, serta pengetahuan yang masih relatif baru.
Jadi, jika sebuah rumah sakit memilih kandidat berpengalaman, tidak berarti semua fresh graduate kalah dalam hal kemampuan.
Daripada terus memikirkan kandidat yang diterima, lebih baik gunakan penolakan tersebut untuk mengevaluasi bagian yang masih bisa diperbaiki.
Jika Anda sudah berkali-kali melamar tetapi belum mendapatkan pekerjaan, Anda juga bisa membaca pembahasan tentang sulit mendapatkan kerja di rumah sakit untuk melihat beberapa hal yang mungkin perlu dievaluasi.
Jangan Menilai Orang yang Diterima Hanya dari Cerita Orang Lain
Ada satu hal yang juga penting diperhatikan ketika menghadapi situasi seperti ini.
Misalnya, seorang teman mengatakan bahwa kandidat yang diterima ternyata kerjanya lambat. Informasi tersebut tentu bisa membuat kita berpikir, “Kenapa bukan saya saja yang diterima?”
Tetapi kita tetap perlu berhati-hati.
Mendengar cerita dari orang lain tidak sama dengan mengetahui kondisi secara langsung. Kinerja seseorang juga tidak bisa dinilai hanya dari satu cerita atau dari satu sudut pandang.
Bisa saja orang tersebut memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Bisa juga standar penilaian setiap orang berbeda. Bahkan, cerita yang kita dengar belum tentu menggambarkan keseluruhan kemampuan seseorang.
Karena itu, sebaiknya jangan menjadikan kegagalan mendapatkan pekerjaan sebagai alasan untuk menjelekkan kandidat yang diterima.
Kita boleh kecewa karena ditolak, tetapi tidak perlu menjatuhkan orang lain agar merasa diri sendiri lebih baik.
Pada akhirnya, orang tersebut mendapatkan kesempatan kerja, sementara kita mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mencari peluang berikutnya.
Orang Lain Diterima Kerja Bukan Berarti Kita Gagal
Salah satu penyebab fresh graduate semakin tertekan setelah ditolak adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Ketika melihat teman atau kandidat lain sudah bekerja di rumah sakit yang diinginkan, kita mungkin merasa tertinggal.
Padahal perjalanan karier setiap orang berbeda.
Ada orang yang mendapatkan pekerjaan beberapa minggu setelah lulus. Ada yang harus mengirim banyak lamaran terlebih dahulu. Ada pula yang baru mendapatkan pekerjaan setelah memperbaiki CV, meningkatkan kemampuan, atau mendapatkan pengalaman tambahan.
Jadi, jangan menjadikan keberhasilan orang lain sebagai ukuran kegagalan diri sendiri.
Kalau lamaran belum dipanggil, justru evaluasi prosesnya. Misalnya, apakah CV sudah cukup relevan dengan posisi yang dituju? Apakah pengalaman organisasi atau praktik sudah ditampilkan dengan baik? Apakah dokumen lamaran sudah sesuai dengan kebutuhan rumah sakit?
Jika masalahnya mungkin ada pada CV, Anda bisa mempelajari cara membuat CV untuk melamar kerja di rumah sakit.
Jangan lupa juga menghindari kesalahan CV yang sering membuat lamaran kerja di rumah sakit tidak dilirik.
Belum Mendapat Pekerjaan Bukan Berarti Tidak Punya Kemampuan
Penolakan kerja sering kali terasa seperti penilaian terhadap diri sendiri.
Padahal, hasil rekrutmen hanya menunjukkan bahwa pada proses tersebut kita belum terpilih.
Itu berbeda dengan mengatakan bahwa kita tidak kompeten.
Daripada berkata:
“Saya kalah karena saya fresh graduate.”
lebih baik mengubahnya menjadi:
“Saya belum mendapatkan kesempatan kali ini. Apa yang bisa saya tingkatkan agar peluang berikutnya lebih besar?”
Perubahan cara berpikir seperti ini memang terlihat sederhana, tetapi bisa membuat proses mencari kerja menjadi lebih sehat.
Kita tidak bisa mengubah keputusan perusahaan yang sudah lewat. Namun, kita masih bisa memperbaiki hal-hal yang berada dalam kendali kita.
Apa yang Bisa Dilakukan Fresh Graduate Setelah Ditolak Kerja?
Setelah mengalami penolakan, jangan berhenti hanya pada rasa kecewa. Gunakan momen tersebut untuk memperbaiki strategi.
1. Evaluasi CV dan Dokumen Lamaran
Pastikan CV tidak hanya berisi data diri, tetapi juga menunjukkan kompetensi yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Jika Anda sering mengirim lamaran tetapi tidak mendapatkan panggilan, masalahnya mungkin bukan semata-mata karena status fresh graduate.
2. Perbaiki Cara Melamar
Jangan hanya mengirim lamaran sebanyak mungkin tanpa mengevaluasi hasilnya.
Perhatikan posisi yang dituju, persyaratan yang diminta, dokumen yang dikirim, serta cara menyampaikan lamaran.
Anda juga bisa mempelajari cara melamar kerja ke rumah sakit agar peluang dipanggil lebih besar.
3. Tingkatkan Skill yang Relevan
Jika pengalaman kerja masih minim, kemampuan yang relevan dapat menjadi salah satu hal yang membantu memperkuat profil.
Ikuti pelatihan, tingkatkan kemampuan teknis, dan manfaatkan pengalaman praktik, organisasi, magang, atau kegiatan lain yang relevan.
4. Jangan Hanya Mengincar Satu Rumah Sakit
Memiliki rumah sakit impian tentu tidak masalah. Tetapi jangan sampai satu penolakan membuat seluruh proses pencarian kerja berhenti.
Semakin luas peluang yang dicoba, semakin banyak pula kesempatan untuk menemukan posisi yang sesuai.
5. Persiapkan Diri untuk Tahap Seleksi Berikutnya
Kalau sudah berhasil mendapatkan panggilan, jangan sampai kesempatan tersebut terlewat karena kurang persiapan.
Pelajari juga contoh pertanyaan interview kerja di rumah sakit dan cara menjawabnya agar lebih siap menghadapi tahap wawancara.
Belum Rezeki Boleh Menenangkan Hati, Bukan Menjadi Alasan untuk Berhenti
Kalimat “mungkin belum rezeki” sering kali menjadi penghiburan ketika seseorang gagal mendapatkan pekerjaan.
Kalimat tersebut bisa membantu kita menerima sesuatu yang berada di luar kendali.
Namun, jangan sampai “belum rezeki” diartikan sebagai alasan untuk berhenti berusaha.
Menerima hasil dan tetap berusaha bisa berjalan bersamaan.
Kita bisa mengatakan:
“Saya menerima bahwa pekerjaan ini belum menjadi bagian saya, tetapi saya tetap akan memperbaiki diri dan mencoba kesempatan berikutnya.”
Dengan cara berpikir seperti itu, penolakan tidak lagi hanya menjadi sumber kekecewaan. Penolakan bisa menjadi bahan evaluasi untuk perjalanan karier selanjutnya.
Penutup
Menjadi fresh graduate dan kalah dalam sebuah proses rekrutmen memang tidak mudah. Terlebih jika kandidat yang diterima ternyata sudah memiliki pengalaman.
Namun, jangan buru-buru menganggap diri sendiri gagal.
Jangan pula menjatuhkan orang yang diterima hanya berdasarkan cerita dari orang lain. Kita tidak mengetahui seluruh proses penilaian perusahaan maupun kondisi sebenarnya dari kandidat tersebut.
Yang lebih penting adalah melihat apa yang masih bisa diperbaiki.
Jika belum diterima, evaluasi CV, perbaiki strategi melamar, tingkatkan kemampuan, persiapkan diri menghadapi seleksi, dan terus mencari kesempatan.
Satu penolakan tidak menentukan masa depan karier seorang fresh graduate.
Mungkin kesempatan di rumah sakit yang diinginkan memang belum datang. Tetapi selama masih mau belajar dan berusaha, perjalanan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai masih terbuka lebar.
Pingback: Fresh Graduate Tidak Punya Pengalaman Kerja? Ini Cara Membuat Profil Tetap Menarik bagi Rumah Sakit - Hirenakes.com
Pingback: Fresh Graduate Sering Ditolak Kerja? Mungkin Bukan Kurang Pintar, Tapi Belum Bisa Menunjukkan Nilai Diri - Hirenakes.com
Pingback: Setelah Ditolak Kerja, Kapan Harus Evaluasi Diri dan Kapan Harus Terus Mencoba? - Hirenakes.com