Ketika sedang mencari pekerjaan, mudah sekali terjebak pada satu kebiasaan: melamar sebanyak mungkin.
Ada lowongan baru, langsung kirim CV.
Menemukan posisi lain, kirim lagi.
Dalam sehari mungkin ada banyak lamaran yang dikirim dengan harapan salah satunya menghasilkan panggilan interview.
Strategi tersebut memang bisa memperbesar jumlah kesempatan yang dicoba. Namun ada persoalan yang sering terlupakan:
Tidak semua lowongan cocok untuk setiap pencari kerja.
Semakin banyak lowongan yang tersedia, justru semakin penting kemampuan untuk menyaring mana yang benar-benar sesuai.
Sebab seperti yang telah dibahas dalam artikel mengenai kenapa cari kerja sekarang terasa lebih sulit, banyaknya lowongan tidak otomatis berarti semua pencari kerja memiliki peluang yang sama.
Pencarian kerja yang efektif bukan hanya soal berapa banyak lamaran yang dikirim, tetapi juga seberapa relevan posisi yang dilamar dengan profil kandidat.
Kenapa Tidak Semua Lowongan Perlu Dilamar?
Melamar pekerjaan membutuhkan waktu.
Anda perlu:
- membaca deskripsi pekerjaan;
- menyesuaikan CV;
- menyiapkan dokumen;
- mengisi formulir;
- mengikuti tes;
- mempersiapkan interview;
- dan terkadang mengikuti beberapa tahap seleksi.
Jika sebuah posisi sejak awal memiliki persyaratan yang sangat jauh dari profil Anda, waktu yang digunakan untuk melamar mungkin tidak memberikan hasil yang sebanding.
Bukan berarti seseorang harus hanya melamar pekerjaan yang memenuhi 100 persen persyaratan.
Dalam banyak kasus, kandidat tetap bisa mempertimbangkan posisi yang tidak memenuhi seluruh kriteria jika kemampuan utamanya relevan.
Namun perlu dibedakan antara:
tidak memenuhi satu-dua persyaratan tambahan
dan
tidak memenuhi persyaratan utama.
Perbedaan ini penting ketika menentukan apakah sebuah lowongan layak dikejar.
Mulai dari Judul Posisi, tetapi Jangan Berhenti di Sana
Judul pekerjaan adalah hal pertama yang biasanya dilihat pencari kerja.
Misalnya:
- Perawat;
- Bidan;
- Apoteker;
- Staff Administrasi;
- Customer Service;
- Marketing;
- Supervisor.
Namun judul posisi tidak selalu menjelaskan keseluruhan pekerjaan.
Dua perusahaan bisa menggunakan jabatan yang sama tetapi memberikan tanggung jawab yang berbeda.
Karena itu, jangan hanya berpikir:
“Judulnya sama dengan pekerjaan yang saya cari.”
Baca deskripsi pekerjaan secara keseluruhan.
Lihat apa yang sebenarnya akan dikerjakan jika diterima.
Misalnya sebuah lowongan menggunakan judul “Perawat”, tetapi ternyata membutuhkan pengalaman khusus pada unit tertentu.
Dalam kondisi tersebut, judulnya sesuai, tetapi kebutuhan posisinya mungkin belum tentu sesuai dengan pengalaman Anda.
Periksa Persyaratan yang Benar-Benar Wajib
Tidak semua bagian dalam deskripsi pekerjaan memiliki tingkat kepentingan yang sama.
Biasanya terdapat persyaratan yang benar-benar wajib dan ada pula yang sifatnya lebih sebagai nilai tambah.
Contohnya:
Wajib:
- pendidikan tertentu;
- sertifikasi tertentu;
- pengalaman minimal;
- kemampuan tertentu;
- dokumen profesi tertentu.
Nilai tambah:
- pengalaman tambahan;
- kemampuan software lain;
- pengalaman di industri tertentu;
- kemampuan tambahan.
Pencari kerja perlu memahami perbedaannya.
Jika tidak memenuhi satu persyaratan tambahan, belum tentu peluangnya hilang.
Tetapi jika tidak memenuhi persyaratan utama yang memang diwajibkan, peluang untuk lolos dapat jauh lebih kecil.
Periksa Pendidikan dan Latar Belakang
Pendidikan menjadi salah satu penyaring awal pada banyak posisi.
Pastikan latar belakang pendidikan Anda sesuai dengan yang diminta.
Untuk tenaga kesehatan, bagian ini menjadi sangat penting karena setiap profesi memiliki jalur pendidikan dan persyaratan yang berbeda.
Jangan hanya melihat apakah nama profesinya sama.
Perhatikan pula kualifikasi pendidikan yang tercantum dalam lowongan.
Jika perusahaan atau fasilitas kesehatan secara jelas meminta latar belakang tertentu, kandidat sebaiknya mempertimbangkan apakah dirinya memang memenuhi persyaratan tersebut sebelum melamar.
Periksa Pengalaman, Bukan Hanya Jumlah Tahun
Seperti yang dibahas pada artikel tentang pencari kerja berpengalaman, jumlah tahun pengalaman bukan satu-satunya pertimbangan.
Baca jenis pengalaman yang dibutuhkan.
Misalnya lowongan meminta:
“Pengalaman minimal dua tahun.”
Pertanyaannya bukan hanya:
“Apakah saya sudah bekerja dua tahun?”
Tetapi:
“Apakah dua tahun pengalaman saya berada pada pekerjaan yang relevan?”
Kandidat dengan pengalaman tiga tahun di bidang yang sangat berbeda mungkin tidak selalu lebih sesuai dibandingkan kandidat dengan pengalaman dua tahun yang sangat dekat dengan kebutuhan posisi.
Karena itu, baca pengalaman sebagai jenis pekerjaan, bukan hanya sebagai angka.
Perhatikan Lokasi Pekerjaan
Lokasi sering dianggap sebagai faktor sederhana.
Padahal lokasi dapat menentukan apakah sebuah pekerjaan benar-benar realistis untuk dijalani.
Pertimbangkan:
- jarak dari tempat tinggal;
- waktu perjalanan;
- biaya transportasi;
- kemungkinan pindah domisili;
- akses transportasi;
- dan kebutuhan keluarga.
Untuk tenaga kesehatan, lokasi juga dapat berkaitan dengan sistem kerja dan ketersediaan fasilitas tertentu.
Jangan sampai sebuah lowongan terlihat menarik di atas kertas tetapi sulit dijalani dalam kehidupan sehari-hari.
Periksa Sistem Kerja
Dua pekerjaan dengan posisi yang sama dapat memiliki kondisi kerja yang berbeda.
Perhatikan apakah lowongan menggunakan:
- sistem shift;
- jam kerja tetap;
- kerja akhir pekan;
- lembur;
- on call;
- sistem kontrak;
- full time;
- part time;
- atau sistem kerja lainnya.
Bagi tenaga kesehatan, informasi mengenai shift dan pola kerja dapat menjadi pertimbangan yang sangat penting.
Jika Anda tidak dapat atau tidak bersedia mengikuti sistem kerja tertentu, sebaiknya hal tersebut dipertimbangkan sejak awal.
Dengan begitu, Anda tidak menghabiskan waktu mengikuti proses panjang untuk posisi yang pada akhirnya tidak dapat diterima.
Jangan Abaikan Persyaratan Khusus Profesi
Untuk beberapa pekerjaan, terutama tenaga kesehatan, terdapat persyaratan profesional yang perlu diperhatikan.
Jangan hanya melihat:
“Saya punya pengalaman sebagai tenaga kesehatan.”
Periksa pula apakah posisi membutuhkan dokumen, registrasi, sertifikasi, atau kualifikasi tertentu.
Setiap lowongan dapat memiliki persyaratan yang berbeda.
Karena itu, baca informasi lowongan secara menyeluruh sebelum mengirim lamaran.
Jika ada persyaratan yang tidak Anda miliki, tentukan terlebih dahulu apakah persyaratan tersebut merupakan syarat mutlak atau masih memungkinkan untuk dipenuhi.
Pertimbangkan Kompensasi secara Realistis
Gaji memang bukan satu-satunya alasan seseorang memilih pekerjaan.
Namun kompensasi tetap perlu dipertimbangkan.
Jika informasi gaji tersedia, bandingkan dengan:
- pengalaman;
- tanggung jawab;
- lokasi;
- jam kerja;
- sistem shift;
- tunjangan;
- dan kondisi pekerjaan.
Jangan hanya melihat angka gaji dasar.
Sebuah pekerjaan dengan gaji sedikit lebih tinggi belum tentu lebih menguntungkan jika biaya perjalanan, waktu tempuh, atau tuntutan kerjanya jauh lebih besar.
Sebaliknya, pekerjaan dengan kompensasi yang sedikit berbeda mungkin menawarkan kondisi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pribadi.
Perhatikan Apakah Lowongan Sesuai dengan Tujuan Karier
Pekerjaan bukan hanya soal mendapatkan penghasilan bulan ini.
Bagi sebagian orang, pekerjaan juga merupakan bagian dari perjalanan karier.
Karena itu, sebelum melamar, tanyakan:
“Kalau saya diterima, apakah pekerjaan ini membantu saya bergerak ke arah yang saya inginkan?”
Misalnya seseorang ingin membangun karier di bidang tertentu.
Posisi yang tidak terlalu ideal masih mungkin dipertimbangkan jika memberikan pengalaman yang relevan.
Namun jika pekerjaan tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan arah karier yang diinginkan, pencari kerja perlu mempertimbangkan kembali.
Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang.
Yang penting adalah keputusan tersebut dibuat secara sadar, bukan semata-mata karena panik belum mendapatkan pekerjaan.
Waspadai Lowongan yang Informasinya Tidak Jelas
Pencari kerja juga perlu berhati-hati ketika menemukan informasi lowongan yang sangat minim.
Perhatikan apakah informasi dasar tersedia, seperti:
- nama perusahaan atau fasilitas;
- posisi;
- tanggung jawab;
- lokasi;
- kualifikasi;
- cara melamar;
- dan informasi kontak yang masuk akal.
Semakin sedikit informasi yang tersedia, semakin sulit bagi pencari kerja untuk menilai apakah posisi tersebut benar-benar sesuai.
Jika terdapat permintaan yang tidak masuk akal atau mencurigakan, lakukan pengecekan lebih lanjut sebelum memberikan data pribadi atau mengikuti proses apa pun.
Mencari pekerjaan memang membutuhkan usaha, tetapi bukan berarti semua informasi lowongan harus diterima begitu saja.
Gunakan Sistem Penyaringan Sederhana
Agar tidak terlalu lama mempertimbangkan setiap lowongan, pencari kerja dapat membuat sistem penilaian sederhana.
Misalnya setiap lowongan dinilai berdasarkan lima aspek:
| Aspek | Pertanyaan |
|---|---|
| Kualifikasi | Apakah saya memenuhi syarat utama? |
| Pengalaman | Apakah pengalaman saya relevan? |
| Lokasi | Apakah lokasi realistis? |
| Kondisi kerja | Apakah sistem kerjanya sesuai? |
| Karier | Apakah pekerjaan ini masuk akal untuk tujuan saya? |
Jika sebagian besar jawabannya positif, lowongan tersebut dapat masuk prioritas.
Jika sebagian besar jawabannya negatif, mungkin lebih baik mencari peluang lain.
Tujuannya bukan membuat sistem yang terlalu rumit.
Tujuannya adalah menghindari kebiasaan melamar hanya karena melihat lowongan tersedia.
Jangan Menunggu Sampai Memenuhi 100 Persen
Ada satu hal yang juga perlu diingat.
Penyaringan lowongan bukan berarti Anda harus memenuhi seluruh persyaratan sebelum berani melamar.
Deskripsi pekerjaan sering kali menggambarkan kandidat ideal.
Dalam praktiknya, perusahaan dapat mempertimbangkan kandidat yang tidak memenuhi seluruh kriteria selama persyaratan utamanya terpenuhi dan kemampuan kandidat masih relevan.
Misalnya sebuah posisi mencantumkan sepuluh kriteria.
Jika Anda memenuhi delapan kriteria utama dan dua sisanya merupakan nilai tambah, posisi tersebut masih layak dipertimbangkan.
Sebaliknya, jika Anda tidak memenuhi persyaratan utama yang menjadi dasar pekerjaan, peluangnya mungkin jauh lebih kecil.
Jadi jangan terlalu cepat berpikir:
“Saya tidak memenuhi semuanya, berarti tidak boleh melamar.”
Yang lebih tepat adalah:
“Bagian mana yang wajib, dan bagian mana yang masih bisa dipelajari atau dinegosiasikan?”
Bagaimana Memilih Lowongan untuk Tenaga Kesehatan?
Bagi tenaga kesehatan, penyaringan lowongan dapat dilakukan lebih spesifik.
Sebelum melamar, periksa setidaknya:
Profesi
Apakah posisi memang ditujukan untuk profesi Anda?
Pendidikan
Apakah latar belakang pendidikan sesuai?
Pengalaman
Apakah unit atau jenis pengalaman yang diminta sesuai dengan yang Anda miliki?
Kompetensi
Apakah kemampuan yang dibutuhkan sudah Anda kuasai?
Dokumen dan persyaratan profesi
Apakah seluruh dokumen yang dibutuhkan tersedia dan sesuai?
Lokasi
Apakah Anda bersedia bekerja di lokasi tersebut?
Sistem kerja
Apakah Anda dapat mengikuti shift atau pola kerja yang ditetapkan?
Jenis fasilitas
Apakah Anda ingin bekerja di rumah sakit, klinik, apotek, laboratorium, home care, atau jenis fasilitas lainnya?
Dengan menyaring faktor tersebut, pencarian lowongan tenaga kesehatan dapat menjadi jauh lebih terarah.
Lebih Banyak Lamaran atau Lebih Relevan?
Pada akhirnya, pencari kerja sering berada di antara dua pilihan:
mengirim banyak lamaran
atau
mengirim lamaran yang lebih selektif.
Tidak ada angka ajaib yang menentukan mana yang selalu benar.
Namun jika Anda sudah mengirim banyak lamaran tetapi jarang mendapatkan respons, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kualitas target lamaran.
Sebaliknya, jika Anda terlalu selektif sampai hanya melamar satu posisi dalam waktu yang sangat lama, peluang yang dicoba juga menjadi terlalu sedikit.
Keseimbangannya adalah:
Cari sebanyak mungkin peluang yang memang masuk akal untuk profil Anda.
Dengan kata lain, jangan hanya mengejar kuantitas.
Kejar kuantitas yang tetap relevan.
Lowongan yang Tepat Lebih Berharga daripada Lowongan yang Banyak
Banyak pencari kerja merasa frustrasi karena setiap hari melihat lowongan baru tetapi belum juga mendapatkan pekerjaan.
Namun jumlah informasi yang tersedia bukan masalah utamanya.
Yang lebih penting adalah kemampuan menemukan peluang yang benar-benar sesuai.
Semakin baik Anda memahami profil sendiri, semakin mudah menentukan lowongan mana yang layak diprioritaskan.
Pahami:
- apa yang Anda kuasai;
- pengalaman apa yang paling kuat;
- posisi seperti apa yang Anda inginkan;
- lokasi yang dapat dijangkau;
- kondisi kerja yang dapat diterima;
- dan persyaratan apa yang sudah Anda miliki.
Setelah itu, cari lowongan berdasarkan kombinasi tersebut.
Kesimpulan
Memilih lowongan kerja tidak harus berarti melamar sesedikit mungkin.
Begitu juga sebaliknya, mencari pekerjaan tidak harus berarti mengirim CV ke semua posisi yang ditemukan.
Yang lebih penting adalah menemukan keseimbangan antara jumlah peluang dan relevansi peluang.
Sebelum melamar, periksa judul posisi, deskripsi pekerjaan, pendidikan, pengalaman, kompetensi, lokasi, sistem kerja, persyaratan khusus, kompensasi, dan kesesuaiannya dengan tujuan karier.
Bagi tenaga kesehatan, penyaringan juga perlu mempertimbangkan profesi, unit kerja, pengalaman, kompetensi, serta persyaratan profesional yang tercantum dalam lowongan.
Dengan cara ini, proses pencarian kerja menjadi lebih terarah.
Karena pada akhirnya, masalahnya bukan selalu karena lowongan kerja terlalu sedikit.
Bisa jadi tantangannya adalah menemukan lowongan yang tepat di antara banyaknya lowongan yang tersedia.
Dan hal tersebut merupakan bagian penting dari memahami kenapa cari kerja sekarang terasa lebih sulit.