Sering ditegur atasan bisa membuat kita mulai mempertanyakan diri sendiri.
“Jangan-jangan memang saya yang tidak becus?”
Apalagi kalau teguran datang berulang kali. Lama-lama, bukan cuma pekerjaan yang terasa berat, rasa percaya diri juga bisa ikut turun.
Tapi sebelum menyimpulkan bahwa kamu memang bermasalah dalam pekerjaan, coba lihat dulu apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak Semua Teguran Berarti Kamu Tidak Bisa Bekerja
Dalam pekerjaan, ditegur bukan sesuatu yang selalu buruk.
Kalau ada kesalahan yang memang dilakukan, teguran bisa menjadi kesempatan untuk memperbaikinya. Misalnya pekerjaan terlambat, prosedur tidak dijalankan, atau hasil pekerjaan belum sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.
Yang perlu dilihat adalah apakah setelah mendapat teguran kamu tahu apa yang harus diperbaiki.
Kalau iya, coba perbaiki.
Namun, kalau kamu sering ditegur tetapi tidak pernah benar-benar tahu apa yang salah, masalahnya bisa jadi bukan sesederhana itu.
Coba Tanyakan Empat Hal Ini
Sebelum menyalahkan diri sendiri, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.
Apakah kesalahannya memang terjadi?
Kalau memang ada kesalahan, akui dan perbaiki.
Tidak perlu defensif hanya karena mendapat kritik. Kemampuan menerima masukan justru penting dalam pekerjaan.
Apakah instruksinya sudah jelas?
Kamu akan sulit memenuhi ekspektasi kalau dari awal tidak ada arahan yang jelas.
Misalnya hari ini diminta melakukan sesuatu dengan cara tertentu, tetapi beberapa hari kemudian cara tersebut dianggap salah.
Kalau hal seperti ini terus terjadi, wajar kalau kamu merasa bingung.
Apakah kesalahan yang sama terus berulang?
Kalau kesalahannya sama dan sudah beberapa kali diingatkan, mungkin memang ada bagian dari cara kerja yang perlu diperbaiki.
Tetapi kalau masalahnya selalu berbeda dan kamu tetap dianggap salah meskipun sudah mengikuti arahan, ada baiknya melihat persoalannya lebih jauh.
Apakah kamu sudah mencoba membicarakannya?
Kadang kita terlalu cepat menyimpulkan bahwa atasan tidak suka kepada kita, padahal sebenarnya ada masalah komunikasi yang belum pernah dibicarakan.
Kalau Tidak Yakin, Coba Bicara dengan Atasan
Daripada terus menebak-nebak, kamu bisa meminta feedback yang lebih jelas.
Tidak harus dalam suasana formal.
Kamu bisa mengatakan bahwa kamu ingin tahu bagian mana dari pekerjaan yang perlu diperbaiki dan seperti apa standar yang diharapkan.
Tujuannya bukan membela diri.
Tujuannya supaya kamu tahu apa yang harus dilakukan setelah pembicaraan tersebut.
Kalau ternyata ada kesalahan yang memang perlu diperbaiki, kamu jadi punya arah yang jelas.
Kalau ternyata masalahnya berasal dari ekspektasi yang berbeda, kamu juga punya kesempatan untuk menyamakannya.
Tapi Bagaimana Kalau Sudah Diperbaiki dan Tetap Ditegur?
Nah, ini yang perlu diperhatikan.
Kalau kamu sudah menerima masukan, mencoba memperbaiki pekerjaan, mengikuti arahan, dan bahkan sudah membicarakannya dengan atasan tetapi masalah tetap berulang, mungkin sudah waktunya mengevaluasi lingkungan kerjamu.
Bukan berarti kamu harus langsung resign.
Kamu bisa mulai melihat apakah situasinya masih bisa diperbaiki atau memang sudah tidak cocok.
Dalam kondisi seperti ini, sering kena tegur di tempat kerja tidak otomatis berarti kamu harus resign atau bertahan. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.
Kalau kamu sedang berada di posisi tersebut, kamu bisa membaca pembahasan lebih lengkap tentang sering kena tegur di tempat kerja, harus resign atau bertahan untuk melihat langkah yang bisa dipertimbangkan.
Jangan Sampai Evaluasi Diri Berubah Menjadi Menyalahkan Diri Sendiri
Evaluasi diri memang penting.
Tapi evaluasi diri bukan berarti setiap masalah di tempat kerja otomatis menjadi kesalahanmu.
Kamu bisa mengakui bahwa ada hal yang perlu diperbaiki sekaligus menyadari bahwa tempat kerja juga punya peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan jelas.
Kalau memang kamu perlu belajar, belajarlah.
Kalau perlu memperbaiki cara kerja, perbaiki.
Tetapi kalau setelah semua usaha dilakukan situasinya tetap tidak berubah, tidak ada salahnya mulai melihat peluang lain.
Jadi, Haruskah Resign?
Belum tentu.
Kalau teguran memang valid dan masih bisa diperbaiki, coba perbaiki dulu.
Kalau masalahnya tidak jelas, komunikasikan.
Kalau sudah dicoba tetapi tidak ada perubahan, mulai pertimbangkan pilihan lain.
Dan kalau akhirnya kamu memutuskan ingin pindah, tidak harus langsung resign hari itu juga.
Kamu bisa tetap bekerja sambil mencari pekerjaan yang lebih sesuai.
Dengan begitu, keputusan untuk pergi bukan lagi karena kamu sedang kesal setelah ditegur, tetapi karena kamu sudah punya pertimbangan dan pilihan yang lebih jelas.
Karena pada akhirnya, pertanyaannya bukan cuma “Siapa yang salah?”
Yang lebih penting adalah:
“Apakah situasi ini masih bisa diperbaiki, dan kalau tidak, apa pilihan saya berikutnya?”