Mau Resign Tapi Belum Dapat Kerja Baru, Harus Bagaimana?

Sudah tidak betah di tempat kerja, tapi belum punya pekerjaan baru?

Posisi seperti ini memang serba salah. Mau resign, masih butuh gaji. Mau bertahan, setiap hari rasanya semakin capek.

Apalagi mencari pekerjaan baru tidak selalu cepat. Bisa saja sudah kirim banyak lamaran, tetapi belum ada panggilan interview.

Kalau sedang berada di kondisi seperti ini, kamu tidak harus langsung resign.

Kamu bisa tetap bekerja sambil mencari pekerjaan baru.

Tidak Betah Bukan Berarti Harus Resign Hari Ini

Ketika pekerjaan sudah membuat tidak nyaman, resign mungkin terlihat sebagai satu-satunya jalan keluar.

Padahal ada perbedaan antara sudah tidak ingin bertahan dan sudah siap meninggalkan pekerjaan.

Kalau kamu masih membutuhkan penghasilan dan belum punya cadangan yang cukup, resign secara tiba-tiba justru bisa membuat keadaan semakin sulit.

Karena itu, selama kondisi pekerjaan masih memungkinkan untuk dijalani, kamu bisa menggunakan waktu tersebut untuk menyiapkan langkah berikutnya.

Tetap bekerja, tetapi mulai mencari pilihan lain.

Mulai Cari Kerja Sebelum Mengajukan Resign

Kamu tidak perlu menunggu sampai benar-benar keluar untuk mulai mencari pekerjaan.

Justru lebih aman kalau pencarian kerja dimulai ketika kamu masih memiliki pekerjaan.

Mulailah dengan memperbarui CV dan menentukan pekerjaan seperti apa yang ingin kamu cari.

Setelah itu, cari lowongan yang sesuai dan kirim lamaran secara bertahap.

Kalau mendapat panggilan interview, atur waktunya tanpa mengganggu pekerjaan yang sedang kamu jalani.

Prosesnya mungkin membutuhkan waktu, tetapi setidaknya kamu tidak kehilangan sumber penghasilan selama menunggu.

Jangan Asal Pindah Hanya Karena Ingin Cepat Keluar

Ketika sudah tidak betah, pekerjaan apa pun bisa terlihat lebih baik daripada pekerjaan sekarang.

Padahal belum tentu.

Jangan sampai karena ingin cepat resign, kamu menerima pekerjaan baru tanpa mempertimbangkan hal-hal yang sebenarnya penting.

Sebelum menerima tawaran, coba lihat:

  • Gaji dan tunjangan
  • Lokasi dan waktu tempuh
  • Jam kerja
  • Status kepegawaian
  • Beban dan tanggung jawab pekerjaan
  • Lingkungan kerja
  • Kesempatan untuk berkembang

Kalau kamu bekerja sebagai tenaga kesehatan, pertimbangkan juga jenis fasilitas kesehatan, sistem shift, serta kesesuaian posisi dengan kompetensi dan pengalamanmu.

Tujuannya bukan sekadar keluar dari pekerjaan lama, tetapi menemukan pekerjaan yang memang lebih sesuai.

Kalau Belum Ada Panggilan, Jangan Langsung Menyerah

Salah satu hal yang membuat orang akhirnya memilih bertahan di pekerjaan yang tidak disukai adalah merasa tidak ada pilihan lain.

Padahal mungkin masalahnya bukan tidak ada lowongan, tetapi pencarian kerjanya belum dilakukan secara konsisten atau belum menemukan posisi yang tepat.

Coba evaluasi kembali CV kamu.

Pastikan pengalaman dan kemampuan yang paling relevan mudah ditemukan oleh recruiter.

Jangan hanya mengirim satu atau dua lamaran lalu menunggu.

Cari beberapa posisi yang sesuai dan lakukan secara rutin.

Untuk tenaga kesehatan yang sedang mencari peluang baru, kamu bisa melihat berbagai lowongan kerja tenaga kesehatan di Hirenakes.

Dengan tetap bekerja sambil mencari, kamu punya ruang untuk memilih dan tidak terlalu terdesak menerima pekerjaan pertama yang datang.

Kapan Sebaiknya Mulai Serius Memikirkan Resign?

Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang.

Namun, kamu sebaiknya mulai membuat rencana yang lebih serius kalau kamu sudah yakin bahwa pekerjaan tersebut memang tidak ingin kamu jalani dalam jangka panjang.

Terutama kalau masalahnya sudah dibicarakan dan dicoba diperbaiki tetapi tidak kunjung berubah.

Pada tahap ini, jangan hanya berpikir:

“Kapan saya bisa resign?”

Coba ubah menjadi:

“Apa yang perlu saya siapkan supaya saya bisa resign dengan aman?”

Jawabannya bisa berupa pekerjaan baru, tabungan yang cukup, atau rencana keuangan yang realistis.

Semakin siap kamu sebelum keluar, semakin kecil kemungkinan keputusan resign justru menimbulkan masalah baru.

Bagaimana Kalau Pekerjaan Sekarang Sudah Sangat Mengganggu?

Ada kondisi ketika bertahan bukan lagi sekadar soal tidak nyaman.

Misalnya pekerjaan sudah sangat mengganggu kondisi fisik atau mental, atau ada masalah serius terkait keselamatan dan perlakuan di tempat kerja.

Kalau sudah seperti ini, jangan merasa harus bertahan hanya karena belum mendapatkan pekerjaan baru.

Cari dukungan dari orang yang dipercaya dan pertimbangkan pilihan yang paling aman untuk situasimu.

Tidak semua masalah pekerjaan harus diselesaikan dengan bertahan selama mungkin.

Tidak Perlu Memilih Antara “Resign Sekarang” atau “Bertahan Selamanya”

Ini mungkin bagian terpentingnya.

Kalau kamu sudah tidak betah tetapi masih membutuhkan penghasilan, kamu sebenarnya punya pilihan lain.

Tetap bekerja sambil mencari pekerjaan baru.

Dengan cara ini, kamu bisa mencari posisi yang lebih cocok tanpa langsung kehilangan pemasukan.

Dan ketika akhirnya menemukan pekerjaan yang memang lebih baik, kamu bisa mengajukan resign dengan persiapan yang lebih matang.

Kalau kamu sebelumnya sedang bertanya-tanya karena sering ditegur atasan, keputusan untuk resign juga sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan emosi sesaat. Kamu bisa melihat kembali pertimbangan sebelum memutuskan resign atau bertahan agar keputusanmu lebih terarah.

Pada akhirnya, tidak betah di tempat kerja bukan berarti kamu harus pergi tanpa rencana.

Kalau memang ingin mencari tempat yang lebih baik, mulai cari dari sekarang.

Kamu tidak harus resign hari ini untuk mulai membangun jalan keluar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top