Follow up HRD setelah interview boleh dilakukan jika sudah beberapa hari kerja tetapi belum mendapatkan kabar.
Namun, cara menyampaikannya penting. Tujuannya adalah meminta update proses rekrutmen, bukan mendesak HRD agar segera memberikan keputusan.
1. Perkenalkan Diri
Mulai pesan dengan salam dan nama Anda.
Sebutkan juga posisi yang Anda lamar agar HRD dapat langsung mengetahui proses rekrutmen yang dimaksud.
2. Sebutkan Waktu Interview
Tulis kapan Anda mengikuti interview.
Informasi ini membantu HRD menemukan data kandidat dan proses seleksi Anda.
3. Tanyakan Update Proses Seleksi
Hindari pesan seperti:
“Saya lolos atau tidak?”
Gunakan kalimat yang lebih profesional dengan menanyakan apakah sudah ada update mengenai proses seleksi atau tahap berikutnya.
4. Jangan Follow Up Berkali-kali
Jika HRD belum membalas, jangan langsung mengirim pesan berkali-kali dalam waktu berdekatan.
Berikan waktu untuk HRD merespons.
Jika Anda masih bingung mengenai kapan sebaiknya follow up setelah interview dan apakah boleh menghubungi HRD saat weekend, baca panduan follow up HRD setelah interview.
Contoh Pesan Follow Up HRD
Halo Kak [Nama HRD], saya [Nama], kandidat untuk posisi [Nama Posisi]. Saya mengikuti interview pada [tanggal]. Saya ingin menanyakan apakah sudah ada update mengenai proses seleksi untuk posisi tersebut. Saya masih sangat tertarik untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Terima kasih, Kak.
Kapan Waktu yang Tepat Mengirim Follow Up?
Jika HRD tidak memberikan jadwal pengumuman, Anda dapat menunggu sekitar 3–5 hari kerja.
Sebaiknya kirim pesan pada hari dan jam kerja, bukan terlalu malam atau terlalu pagi.
Kesimpulan
Follow up HRD setelah interview merupakan hal yang wajar. Sampaikan pesan secara singkat, sopan, dan fokus pada perkembangan proses seleksi.
Jangan sampai keinginan mendapatkan kepastian membuat Anda mengirim pesan berulang kali kepada HRD.