Lulusan Kesehatan Mau Kerja di Bidang Lain, Memangnya Tidak Bisa?

“Kenapa nggak lanjut kerja di kesehatan?”

Pertanyaan seperti ini mungkin pernah muncul setelah kamu mengirim CV ke perusahaan di luar bidang kesehatan.

Padahal kamu memang sengaja melamar karena ingin mencoba pengalaman baru. Sudah punya pengalaman kerja, merasa masih mampu belajar, dan ingin mengembangkan diri di bidang yang berbeda.

Lalu kenapa latar belakang pendidikan kesehatan seolah-olah membuat pilihan karier menjadi terbatas?

Lulusan kesehatan tetap bisa mencoba bekerja di bidang lain.

Tentu tidak berarti semua pekerjaan bisa langsung dilamar tanpa melihat persyaratan. Beberapa posisi memang membutuhkan pendidikan, sertifikasi, atau pengalaman khusus.

Tapi memiliki latar belakang kesehatan juga tidak berarti kamu harus bekerja di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan selamanya.

Kuliah di Bidang Kesehatan Bukan Berarti Harus Selamanya Kerja di Kesehatan

Memilih jurusan kesehatan memang bisa menjadi langkah awal untuk membangun karier di bidang tersebut.

Namun, pilihan karier seseorang bisa berubah.

Ada yang setelah lulus merasa ternyata lebih cocok bekerja di lingkungan non-klinis. Ada yang sudah beberapa tahun bekerja di fasilitas kesehatan lalu ingin mencoba dunia perusahaan. Ada juga yang ingin mencari pekerjaan dengan jenis tanggung jawab, jam kerja, atau lingkungan yang berbeda.

Hal seperti itu bukan sesuatu yang aneh.

Karier tidak selalu berjalan lurus dari jurusan kuliah ke pekerjaan sampai pensiun.

Pengalaman yang sudah dimiliki tetap bisa dibawa ke pekerjaan berikutnya, selama kamu bisa menunjukkan bahwa kemampuan tersebut relevan dengan posisi yang dituju.

Yang Dilihat Bukan Hanya Jurusan Kuliah

Bayangkan seorang bidan melamar posisi administrasi di sebuah perusahaan.

Recruiter mungkin langsung bertanya:

“Kenapa tidak lanjut jadi bidan saja?”

Pertanyaan tersebut sebenarnya cukup masuk akal dari sudut pandang recruiter. Mereka ingin tahu apakah kandidat memang serius ingin pindah bidang atau hanya mencoba-coba.

Karena itu, jangan berhenti di jawaban:

“Saya memang sudah tidak mau kerja di kesehatan.”

Lebih baik tunjukkan apa yang bisa kamu bawa dari pekerjaan sebelumnya.

Misalnya, selama bekerja sebagai bidan kamu terbiasa melakukan dokumentasi, berkomunikasi dengan banyak orang, bekerja mengikuti prosedur, mengatur waktu, dan menangani situasi yang membutuhkan ketelitian.

Skill tersebut tidak otomatis hilang hanya karena kamu ingin pindah bidang.

Banyak Skill Tenaga Kesehatan yang Bisa Dibawa ke Pekerjaan Lain

Pengalaman di bidang kesehatan sering membuat seseorang memiliki kemampuan yang sebenarnya berguna di berbagai pekerjaan.

Contohnya:

Komunikasi

Tenaga kesehatan terbiasa berkomunikasi dengan pasien, keluarga, dokter, rekan kerja, maupun pihak lain. Kemampuan ini bisa relevan untuk pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan orang lain.

Administrasi dan dokumentasi

Mencatat data, mengelola dokumen, dan memastikan informasi tetap rapi merupakan bagian dari banyak pekerjaan di bidang kesehatan.

Bekerja mengikuti SOP

Tenaga kesehatan terbiasa bekerja berdasarkan prosedur. Kemampuan mengikuti aturan kerja secara konsisten juga dibutuhkan di banyak perusahaan.

Ketelitian

Kesalahan dalam pekerjaan kesehatan bisa berdampak besar. Karena itu, pengalaman tersebut dapat menunjukkan bahwa kamu terbiasa bekerja dengan teliti.

Kerja sama

Pekerjaan kesehatan jarang dilakukan sendirian. Koordinasi dengan berbagai pihak juga merupakan pengalaman yang bisa dibawa ke lingkungan kerja lain.

Manajemen waktu

Mengatur beberapa tugas dan menentukan prioritas merupakan kemampuan yang bisa digunakan di berbagai posisi.

Tentu saja, transferable skill tersebut tetap perlu disesuaikan dengan pekerjaan yang kamu lamar.

Tapi Jangan Berhenti di Kalimat “Saya Mau Belajar”

Kemauan belajar memang penting.

Namun, ketika melakukan career switch, jangan hanya mengandalkan kalimat:

“Saya memang belum punya pengalaman, tapi saya mau belajar.”

Recruiter perlu melihat alasan mengapa kamu layak dipertimbangkan meskipun latar belakangmu berbeda.

Misalnya kamu ingin melamar posisi administrasi.

Daripada hanya mengatakan ingin belajar administrasi, kamu bisa menunjukkan pengalaman sebelumnya yang berhubungan dengan pengelolaan data, dokumentasi, komunikasi, atau koordinasi.

Kalau ada skill baru yang memang dibutuhkan, pelajari dan tunjukkan buktinya.

Bisa melalui kursus, sertifikat, portofolio, pengalaman organisasi, freelance, atau proyek pribadi.

Pindah bidang bukan berarti memulai dari nol.

Kamu membawa pengalaman lama dan menambahkan kemampuan baru yang dibutuhkan di bidang tujuanmu.

Bagaimana Menjawab “Kenapa Tidak Lanjut di Bidang Kesehatan?”

Ini mungkin pertanyaan yang paling membuat bingung ketika melakukan career switch.

Hindari menjawab dengan menyalahkan pekerjaan atau bidang kesehatan sebelumnya.

Misalnya:

“Saya sudah capek kerja di rumah sakit.”

Atau:

“Saya memang tidak suka kerja di kesehatan.”

Kamu bisa menjelaskan keputusan tersebut dari sisi perkembangan karier.

Misalnya kamu ingin mendapatkan pengalaman baru, tertarik pada bidang tertentu, atau merasa kemampuan yang kamu miliki lebih cocok dikembangkan di posisi yang sedang dilamar.

Yang penting, recruiter bisa melihat bahwa keputusan tersebut sudah dipikirkan, bukan keputusan mendadak.

Jangan Asal Melamar Hanya Karena Ingin Keluar dari Kesehatan

Pindah bidang memang memungkinkan, tetapi bukan berarti semua lowongan harus dicoba.

Tetap lihat persyaratan pekerjaan.

Kalau sebuah posisi membutuhkan kemampuan tertentu yang belum kamu miliki, cari tahu apakah kemampuan tersebut bisa kamu pelajari.

Kamu juga perlu memahami pekerjaan yang dituju.

Jangan sampai alasan utamanya hanya:

“Yang penting bukan kerja di rumah sakit.”

Tujuan career switch seharusnya bukan sekadar meninggalkan pekerjaan lama, tetapi menemukan bidang yang memang ingin kamu jalani.

Kalau Ingin Pindah, Mulai dari Skill yang Sudah Kamu Punya

Cara paling mudah untuk memulai career switch adalah melihat pengalamanmu sendiri.

Tulis pekerjaan yang pernah kamu lakukan selama menjadi tenaga kesehatan.

Kemudian tanyakan:

“Dari semua pekerjaan ini, mana yang sebenarnya bisa digunakan di bidang lain?”

Dari sana kamu bisa mencari posisi yang memiliki kebutuhan skill serupa.

Misalnya kamu terbiasa mengelola dokumen dan data, kamu bisa melihat posisi yang membutuhkan kemampuan administrasi.

Kalau kamu terbiasa berkomunikasi dan memberikan pelayanan, cari posisi yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan customer handling.

Kalau kamu terbiasa melakukan koordinasi, lihat pekerjaan yang membutuhkan kemampuan tersebut.

Dengan cara ini, kamu tidak benar-benar memulai dari nol.

Jadi, Apakah Lulusan Kesehatan Bisa Kerja di Bidang Lain?

Bisa.

Tetapi peluangnya bukan berarti otomatis terbuka hanya karena kamu punya kemauan belajar.

Kamu tetap perlu menunjukkan skill yang relevan, memahami pekerjaan yang dituju, dan menjelaskan alasan career switch dengan baik.

Latar belakang kesehatan adalah bagian dari pengalamanmu, bukan berarti harus menjadi satu-satunya pilihan kariermu.

Kalau kamu memang ingin mencoba jalur baru, mulai cari tahu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu dan lihat persyaratan yang dibutuhkan.

Dan kalau suatu saat kamu memutuskan kembali ke bidang kesehatan, pengalaman dari luar bidang tersebut juga tetap bisa menjadi bagian dari perjalanan kariermu.

Karier tidak harus selalu lurus sesuai jurusan kuliah.

Yang penting, kamu tahu ingin ke mana dan punya alasan yang jelas untuk sampai ke sana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top