Cara Menjawab Alasan Pindah Bidang dari Kesehatan Saat Interview

Sudah punya pengalaman sebagai tenaga kesehatan, tetapi sekarang ingin melamar pekerjaan di bidang lain?

Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul saat interview adalah:

“Kenapa tidak lanjut bekerja di bidang kesehatan?”

Pertanyaan ini cukup wajar, terutama kalau posisi yang kamu lamar tidak berhubungan langsung dengan latar belakang pendidikan atau pekerjaan sebelumnya.

Recruiter ingin tahu apakah kamu memang serius ingin pindah bidang, memahami pekerjaan yang dilamar, dan punya alasan yang jelas.

Jadi, tidak perlu merasa harus membela keputusanmu.

Yang perlu dilakukan adalah menjelaskan alasan pindah dengan cara yang meyakinkan.

Jangan Menjelekkan Pekerjaan atau Bidang Sebelumnya

Mungkin alasan sebenarnya karena kamu sudah lelah bekerja di rumah sakit, tidak cocok dengan sistem shift, atau memang sudah tidak ingin bekerja di lingkungan kesehatan.

Kamu tetap bisa jujur.

Namun, hindari menjadikan interview sebagai tempat untuk menceritakan semua hal buruk dari pekerjaan sebelumnya.

Jawaban seperti:

“Saya sudah capek kerja di rumah sakit.”

atau

“Saya nggak suka kerja di bidang kesehatan.”

tidak banyak membantu recruiter memahami kenapa kamu cocok untuk pekerjaan baru.

Lebih baik arahkan pembicaraan pada apa yang ingin kamu kembangkan.

Misalnya kamu tertarik dengan pekerjaan yang lebih banyak berhubungan dengan administrasi, pengelolaan data, komunikasi, atau operasional.

Hubungkan Pengalaman Lama dengan Pekerjaan yang Baru

Ini bagian yang paling penting ketika melakukan career switch.

Jangan hanya menjelaskan kenapa ingin pindah.

Jelaskan juga apa yang kamu bawa dari pekerjaan sebelumnya.

Misalnya kamu seorang bidan yang melamar posisi administrasi.

Kamu bisa menjelaskan bahwa selama bekerja, kamu terbiasa melakukan dokumentasi, mengelola data, berkomunikasi dengan pasien dan keluarga, serta memastikan pekerjaan dilakukan sesuai prosedur.

Kemampuan tersebut kemudian ingin kamu kembangkan dalam pekerjaan administrasi.

Dengan cara seperti ini, perpindahan kariermu terlihat memiliki hubungan.

Bukan tiba-tiba berpindah tanpa alasan.

Contoh Jawaban yang Bisa Digunakan

Misalnya recruiter bertanya:

“Kenapa Anda tidak melanjutkan karier di bidang kesehatan?”

Kamu bisa menjawab dengan pola seperti ini:

“Saya bersyukur sudah mendapatkan pengalaman di bidang kesehatan karena dari sana saya belajar banyak tentang komunikasi, ketelitian, dokumentasi, dan bekerja mengikuti prosedur. Setelah beberapa tahun bekerja, saya ingin mengembangkan kemampuan tersebut di lingkungan kerja yang berbeda. Karena itu saya tertarik dengan posisi ini dan sudah mulai mempelajari kemampuan yang dibutuhkan.”

Jawaban tersebut tidak perlu dihafalkan kata per kata.

Yang penting adalah alurnya:

pengalaman sebelumnya → skill yang dimiliki → alasan ingin pindah → alasan tertarik dengan posisi baru.

Jangan Mengaku Bisa Kalau Memang Belum Bisa

Ketika pindah bidang, kamu mungkin merasa harus terlihat bisa melakukan semuanya.

Tidak perlu.

Kalau memang belum menguasai suatu skill, lebih baik katakan bahwa kamu sedang mempelajarinya.

Misalnya posisi yang dilamar membutuhkan kemampuan Excel dan kamu baru menguasai dasar-dasarnya.

Kamu bisa mengatakan bahwa kamu sudah mulai belajar dan menjelaskan apa yang sudah kamu kuasai.

Hal ini jauh lebih baik daripada mengaku mahir lalu kesulitan ketika diberikan tes atau tugas.

Tunjukkan Bahwa Kamu Serius Pindah Bidang

Recruiter mungkin khawatir kamu hanya melamar karena sedang mencari pekerjaan apa saja.

Kekhawatiran tersebut bisa dikurangi dengan menunjukkan persiapan.

Misalnya kamu sudah:

  • Mempelajari pekerjaan yang dilamar
  • Mengikuti kursus yang relevan
  • Membuat portofolio
  • Mempelajari software yang digunakan
  • Membaca tentang industri tersebut
  • Mengikuti proyek atau pengalaman yang berkaitan

Tidak harus semuanya dilakukan.

Pilih yang memang relevan dengan posisi yang kamu incar.

Dengan begitu, kamu bisa menunjukkan bahwa keputusan pindah bidang bukan sekadar keinginan sesaat.

Jangan Merasa Latar Belakang Kesehatan Adalah Kekurangan

Saat interview, kamu mungkin merasa harus meminta maaf karena jurusan atau pengalamanmu berbeda.

Tidak perlu.

Latar belakang kesehatan memang berbeda dengan posisi yang kamu lamar, tetapi kamu juga membawa pengalaman yang tidak dimiliki semua kandidat.

Misalnya pengalaman menghadapi banyak orang, bekerja dalam tekanan, mengikuti prosedur, menjaga ketelitian, dan bekerja dalam tim.

Tinggal bagaimana kamu menjelaskan pengalaman tersebut agar relevan dengan pekerjaan yang kamu inginkan.

Kalau kamu masih mencari tahu apakah lulusan kesehatan bisa bekerja di bidang lain, kamu bisa membaca panduan tentang lulusan kesehatan yang ingin pindah bidang sebelum mulai melamar.

Sesuaikan Jawaban dengan Posisi yang Dilamar

Jangan menggunakan jawaban yang sama untuk semua perusahaan.

Alasan pindah bidang yang kamu sampaikan sebaiknya berkaitan dengan posisi yang sedang dilamar.

Misalnya kamu melamar pekerjaan administrasi, tekankan pengalaman yang berhubungan dengan dokumentasi, data, ketelitian, dan koordinasi.

Kalau melamar customer service, pengalaman berkomunikasi dan memberikan pelayanan bisa lebih relevan.

Kalau melamar posisi operasional, pengalaman mengikuti SOP, mengatur pekerjaan, dan berkoordinasi bisa menjadi bagian dari jawaban.

Semakin jelas hubungan antara pengalamanmu dengan pekerjaan baru, semakin mudah recruiter memahami keputusan career switch tersebut.

Kalau Ditanya, “Kenapa Kami Harus Memilih Anda?”

Pertanyaan ini juga bisa muncul.

Jangan menjawab hanya dengan:

“Karena saya mau belajar.”

Hampir semua kandidat bisa mengatakan hal yang sama.

Lebih kuat kalau kamu menjelaskan kombinasi antara pengalaman lama dan kemampuan baru yang sedang kamu bangun.

Misalnya:

“Memang pengalaman utama saya berasal dari bidang kesehatan, tetapi saya terbiasa bekerja dengan data, dokumentasi, prosedur, dan banyak pihak. Saya juga sudah mempelajari kemampuan yang dibutuhkan untuk posisi ini. Saya melihat pengalaman tersebut bisa menjadi dasar yang baik untuk beradaptasi di posisi ini.”

Tentu sesuaikan dengan kondisi sebenarnya.

Pindah Bidang Memang Tidak Selalu Mudah

Ada kemungkinan kamu tetap ditolak.

Beberapa perusahaan memang menetapkan jurusan atau pengalaman tertentu sebagai syarat.

Itu bukan berarti keputusanmu untuk pindah bidang salah.

Kamu mungkin perlu mengirim lebih banyak lamaran, menambah skill, atau mencari posisi entry-level yang lebih terbuka terhadap kandidat dari berbagai latar belakang.

Yang penting, setiap proses interview bisa menjadi bahan evaluasi.

Kalau pertanyaan yang sama terus muncul, mungkin ada bagian dari CV atau cara kamu menjelaskan career switch yang perlu diperbaiki.

Jangan Cuma Bilang Ingin Keluar dari Kesehatan

Pada akhirnya, recruiter tidak hanya ingin tahu kenapa kamu meninggalkan bidang kesehatan.

Mereka juga ingin tahu:

“Kenapa kamu ingin bekerja di sini?”

Ini yang sering terlupakan.

Jangan sampai seluruh jawaban interview hanya berisi alasan kamu tidak ingin lagi bekerja di kesehatan.

Kamu perlu menunjukkan bahwa kamu memang tertarik dengan pekerjaan baru tersebut.

Karena career switch yang meyakinkan bukan hanya tentang meninggalkan bidang lama.

Tetapi juga tentang punya alasan yang jelas untuk memilih bidang baru.

Kesimpulan

Kalau kamu lulusan kesehatan dan ingin pindah bidang, pertanyaan “kenapa tidak lanjut di kesehatan?” mungkin akan muncul saat interview.

Tidak perlu menganggapnya sebagai serangan terhadap pilihan kariermu.

Gunakan kesempatan tersebut untuk menjelaskan perjalananmu.

Ceritakan pengalaman yang sudah kamu punya, skill yang bisa dibawa ke pekerjaan baru, alasan ingin pindah, dan persiapan yang sudah dilakukan.

Kamu tidak harus menyangkal latar belakang kesehatanmu.

Justru gunakan pengalaman tersebut sebagai bagian dari cerita kenapa kamu bisa membawa sesuatu yang berbeda ke pekerjaan baru.

Dan kalau memang ingin mencoba jalur karier lain, jangan menunggu sampai yakin 100 persen semuanya akan berjalan sempurna.

Mulai pelajari bidang yang kamu tuju, siapkan CV, bangun skill yang dibutuhkan, dan mulai mencari peluang yang sesuai.

Karena pindah bidang bukan berarti membuang pengalaman lama.

Kamu hanya sedang mencari cara untuk menggunakannya di tempat yang berbeda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top