Bekerja sebagai perawat berarti harus siap dengan sistem kerja shift. Jadwal dinas biasanya sudah disusun untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, tetapi dalam praktiknya jadwal tersebut tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan jadwal shift perawat berubah, mulai dari rekan kerja yang sakit, izin, mengambil cuti, hingga kebutuhan tenaga yang berubah di suatu unit.
Masalahnya, perubahan jadwal yang terlalu sering atau dilakukan secara mendadak dapat membuat perawat kesulitan menyesuaikan waktu istirahat dan aktivitas di luar pekerjaan.
Apalagi jika perubahan tersebut terjadi karena ada rekan yang tidak masuk dan akhirnya beberapa perawat harus melakukan backup. Kondisi seperti ini berkaitan erat dengan bagaimana jadwal kerja perawat disusun dan bagaimana pembagian tenaga dilakukan ketika ada anggota tim yang cuti.
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan ketika jadwal shift perawat berubah?
Kenapa Jadwal Shift Perawat Bisa Berubah?
Jadwal kerja perawat dapat mengalami perubahan karena kondisi operasional di tempat kerja.
Beberapa penyebab yang umum antara lain:
- ada perawat yang sakit;
- ada perawat yang mengambil cuti;
- perawat mendapatkan izin tidak masuk;
- kebutuhan tenaga pada unit tertentu meningkat;
- terjadi kekurangan tenaga;
- ada pertukaran shift;
- terdapat perubahan kebutuhan pelayanan;
- jadwal awal perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Tidak semua perubahan jadwal berarti ada masalah. Dalam pekerjaan dengan sistem shift, penyesuaian tertentu memang dapat terjadi.
Yang menjadi persoalan adalah ketika perubahan dilakukan terlalu sering, terlalu mendadak, atau membuat beban kerja hanya berpindah kepada perawat tertentu.
Ketika Rekan Cuti, Jadwal Shift Ikut Berubah
Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi adalah ketika seorang perawat mengambil cuti.
Misalnya, dalam satu tim terdapat jumlah perawat yang terbatas. Ketika salah satu orang tidak masuk selama beberapa hari, kebutuhan tenaga pada shift tersebut tetap harus dipenuhi.
Akibatnya, jadwal perawat lain mungkin harus disesuaikan.
Perubahan tersebut bisa berupa:
- masuk pada shift yang berbeda;
- menggantikan rekan pada hari tertentu;
- melakukan pertukaran jadwal;
- mendapatkan tambahan shift;
- mengalami perubahan hari libur.
Jika dilakukan dengan perencanaan yang baik, perubahan tersebut masih dapat dikelola. Namun, jika setiap cuti selalu membuat jadwal tim menjadi kacau, kondisi tersebut perlu dievaluasi.
Apakah Perubahan Jadwal Kerja Selalu Harus Diterima?
Dalam praktiknya, kebutuhan pelayanan dapat membuat jadwal kerja perlu disesuaikan. Namun, perawat juga perlu memahami dengan jelas bagaimana mekanisme perubahan jadwal yang berlaku di tempat kerja.
Hal yang penting adalah komunikasi.
Ketika mendapatkan perubahan jadwal, perawat sebaiknya mengetahui:
- apa alasan perubahan;
- shift apa yang berubah;
- kapan perubahan mulai berlaku;
- siapa yang bertanggung jawab atas shift tersebut;
- apakah perubahan tersebut sudah disetujui oleh pihak yang berwenang.
Jangan sampai perubahan hanya disampaikan secara informal melalui pesan singkat tanpa kejelasan, kemudian terjadi kesalahpahaman mengenai jadwal dinas.
Bagaimana Jika Jadwal Berubah Mendadak?
Perubahan mendadak bisa menjadi masalah terutama ketika perawat sudah memiliki rencana berdasarkan jadwal sebelumnya.
Misalnya, seorang perawat awalnya mendapatkan jadwal libur, kemudian diminta masuk untuk menggantikan rekan yang tidak dapat hadir.
Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya jangan langsung merespons secara emosional.
Tanyakan terlebih dahulu:
“Apakah perubahan jadwal ini sudah ditetapkan oleh koordinator? Dan apakah ada alternatif backup untuk shift tersebut?”
Pertanyaan sederhana seperti ini membantu memastikan bahwa perubahan memang sudah dikoordinasikan.
Jika memang ada kebutuhan mendesak, perawat juga dapat menyampaikan kendala yang dimiliki secara langsung kepada pihak yang mengatur jadwal.
Bagaimana Jika Perubahan Jadwal Terjadi Terlalu Sering?
Perubahan jadwal yang sesekali terjadi berbeda dengan perubahan yang terus berulang.
Jika perawat sering mengalami perubahan jadwal, beberapa dampak yang mungkin muncul antara lain:
- waktu istirahat menjadi sulit diatur;
- rencana pribadi sering berubah;
- jadwal tidur terganggu karena rotasi shift;
- lebih sulit mengatur waktu bersama keluarga;
- muncul rasa tidak nyaman terhadap pola kerja;
- beban kerja terasa tidak merata.
Karena itu, perubahan jadwal yang terus-menerus sebaiknya tidak dianggap sebagai persoalan individu saja.
Bisa jadi ada persoalan pada staffing atau penyusunan jadwal kerja perawat yang perlu diperhatikan.
Jangan Selalu Mengandalkan Perawat yang Sama untuk Backup
Salah satu persoalan dalam jadwal shift adalah ketika orang yang sama terus-menerus menjadi backup.
Contohnya, setiap ada perawat yang sakit atau cuti, orang yang sama selalu diminta menggantikan.
Alasannya bisa beragam. Mungkin karena orang tersebut dianggap lebih fleksibel, lebih mudah dihubungi, atau memang sering bersedia mengambil shift tambahan.
Namun, jika pola ini terus terjadi, pembagian beban kerja perlu dievaluasi.
Jadwal kerja sebaiknya tidak hanya dilihat dari apakah semua shift sudah terisi, tetapi juga dari bagaimana beban tersebut dibagi kepada seluruh anggota tim.
Bagaimana Cara Menyampaikan Keberatan terhadap Perubahan Jadwal?
Jika perubahan jadwal mulai mengganggu pola kerja, perawat dapat menyampaikannya kepada koordinator atau pihak yang bertanggung jawab.
Usahakan menyampaikan masalah secara spesifik.
Contohnya:
“Dalam dua minggu terakhir jadwal saya beberapa kali berubah dan saya mendapat tambahan shift. Apakah jadwal backup bisa dievaluasi supaya pembagiannya lebih merata?”
Kalimat seperti ini lebih efektif daripada:
“Jadwal di sini selalu berantakan.”
Dengan menjelaskan kondisi secara konkret, pembicaraan dapat diarahkan pada solusi.
Bagaimana Jika Perubahan Jadwal Terjadi karena Kekurangan Tenaga?
Ini merupakan persoalan yang berbeda.
Jika jadwal sering berubah karena jumlah tenaga memang tidak mencukupi, maka perubahan jadwal mungkin hanya menjadi solusi sementara.
Misalnya, setiap ada satu orang cuti, beberapa perawat harus mengambil tambahan shift. Setelah orang tersebut kembali, kondisi kembali normal. Namun, hal yang sama terjadi lagi ketika ada anggota tim lain yang tidak masuk.
Jika pola tersebut berulang, berarti ada persoalan staffing yang lebih besar.
Dalam kondisi seperti ini, manajemen perlu melihat kembali kebutuhan tenaga dan pola jadwal yang digunakan.
Apa yang Bisa Dilakukan Perawat Ketika Jadwal Sering Berubah?
Beberapa langkah sederhana dapat membantu perawat mengelola perubahan jadwal:
1. Simpan jadwal yang sudah ditetapkan
Simpan jadwal dinas agar perubahan dapat dibandingkan dengan jadwal awal.
2. Pastikan perubahan sudah dikomunikasikan
Jangan hanya mengandalkan informasi dari rekan kerja. Pastikan perubahan berasal dari pihak yang memang bertanggung jawab atas jadwal.
3. Catat perubahan yang terjadi
Jika jadwal sering berubah, mencatat perubahan dapat membantu ketika ingin menyampaikan evaluasi kepada atasan.
4. Komunikasikan kendala lebih awal
Jika ada perubahan yang membuat perawat memiliki kendala tertentu, sampaikan secepat mungkin.
5. Pahami prosedur tukar shift
Jika tempat kerja memiliki aturan mengenai pertukaran shift, pahami prosedurnya agar tidak terjadi masalah administratif.
Jadwal Shift yang Baik Bukan Hanya Soal Semua Shift Terisi
Salah satu kesalahan dalam melihat jadwal kerja adalah menganggap jadwal sudah baik selama setiap shift memiliki tenaga.
Padahal, ada hal lain yang perlu diperhatikan.
Misalnya:
- apakah pembagian shift cukup merata;
- apakah orang yang sama terus menjadi backup;
- apakah perubahan jadwal terlalu sering;
- apakah kebutuhan tenaga sesuai dengan beban pelayanan;
- apakah komunikasi perubahan sudah jelas.
Dengan melihat hal-hal tersebut, evaluasi jadwal menjadi lebih menyeluruh.
Kesimpulan
Jadwal shift perawat dapat berubah karena berbagai kondisi, termasuk ketika ada rekan yang sakit, izin, atau mengambil cuti. Dalam pekerjaan dengan sistem shift, perubahan tertentu memang dapat terjadi.
Namun, jika perubahan jadwal terlalu sering, mendadak, atau selalu membuat orang yang sama harus melakukan backup, kondisi tersebut perlu dibicarakan.
Perawat dapat menyampaikan keberatan dengan menjelaskan dampak perubahan jadwal terhadap beban kerja, bukan dengan menyalahkan rekan yang tidak masuk.
Pada akhirnya, jadwal shift bukan hanya tentang memastikan setiap shift memiliki tenaga. Jadwal kerja perawat juga perlu diatur agar pembagian kerja dan backup dapat berjalan secara terencana.