Kalau kamu lulusan kesehatan dan ingin pindah bidang, mungkin ada satu hal yang membuat ragu.
“Memangnya pengalaman kerja saya di kesehatan masih berguna kalau melamar ke perusahaan?”
Jawabannya, bisa.
Memang tidak semua pekerjaan bisa dimasuki tanpa pengalaman atau kompetensi khusus. Tetapi selama bekerja di bidang kesehatan, kamu kemungkinan sudah mengembangkan berbagai kemampuan yang juga dibutuhkan di pekerjaan lain.
Masalahnya, kemampuan tersebut sering dianggap sebagai bagian biasa dari pekerjaan sehari-hari, sehingga kamu sendiri mungkin tidak menyadari bahwa itu sebenarnya bisa menjadi nilai jual saat melamar pekerjaan.
1. Kemampuan Berkomunikasi
Tenaga kesehatan terbiasa berkomunikasi dengan banyak orang.
Bukan hanya dengan pasien, tetapi juga keluarga pasien, dokter, sesama tenaga kesehatan, administrasi, dan pihak lainnya.
Kamu harus bisa menjelaskan sesuatu dengan jelas, mendengarkan kebutuhan orang lain, dan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan situasi.
Kemampuan seperti ini bisa berguna untuk berbagai pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan orang lain.
Misalnya customer service, administrasi, customer relation, sales, atau posisi lain yang banyak berhubungan dengan pelanggan dan tim.
2. Teliti dalam Mengelola Data dan Dokumen
Pekerjaan kesehatan tidak lepas dari pencatatan dan dokumentasi.
Kamu mungkin terbiasa memastikan data pasien, laporan, catatan tindakan, atau dokumen lainnya tersusun dengan benar.
Ketelitian seperti ini juga dibutuhkan dalam pekerjaan administrasi.
Jadi ketika melamar posisi yang berkaitan dengan data atau dokumen, jangan hanya menuliskan bahwa kamu “pernah bekerja sebagai perawat” atau “pernah menjadi bidan”.
Tunjukkan juga pekerjaan yang kamu lakukan dan kemampuan yang terbentuk dari pengalaman tersebut.
3. Terbiasa Mengikuti SOP
Di bidang kesehatan, prosedur kerja bukan sesuatu yang bisa diabaikan.
Ada aturan dan langkah tertentu yang harus diikuti untuk menjaga keamanan dan kualitas pelayanan.
Pengalaman bekerja dengan SOP bisa menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan di perusahaan yang juga memiliki prosedur kerja yang ketat.
Kamu sudah terbiasa bekerja berdasarkan aturan, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan sesuka hati.
4. Kemampuan Mengatur Waktu
Tenaga kesehatan sering harus menangani beberapa tugas dalam waktu yang berdekatan.
Ada pekerjaan rutin yang harus diselesaikan, kebutuhan pasien yang datang tiba-tiba, hingga koordinasi dengan anggota tim.
Dari situ terbentuk kemampuan untuk menentukan prioritas dan mengatur waktu.
Skill ini bisa digunakan di banyak pekerjaan lain, terutama pekerjaan yang membutuhkan kemampuan multitasking dan pengelolaan pekerjaan secara teratur.
5. Kerja Sama dalam Tim
Pekerjaan di bidang kesehatan hampir selalu melibatkan kerja sama.
Seorang tenaga kesehatan tidak bekerja sendirian. Ada dokter, perawat, bidan, apoteker, administrasi, dan berbagai pihak lain yang harus berkoordinasi.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kamu terbiasa bekerja bersama orang lain untuk mencapai tujuan yang sama.
Kemampuan bekerja dalam tim merupakan salah satu skill yang cukup umum dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.
6. Menghadapi Situasi yang Tidak Terduga
Tidak semua situasi di tempat kerja berjalan sesuai rencana.
Tenaga kesehatan bisa menghadapi kondisi yang membutuhkan respons cepat, perubahan prioritas, atau keputusan dalam situasi yang tidak ideal.
Pengalaman seperti ini dapat membantu membentuk kemampuan problem solving dan beradaptasi.
Tentu saja, jangan mengklaim memiliki kemampuan tertentu hanya karena pernah bekerja di bidang kesehatan.
Yang lebih penting adalah menjelaskan pengalaman nyata yang pernah kamu hadapi dan bagaimana kamu menyelesaikannya.
7. Kemampuan Memberikan Pelayanan
Kalau selama bekerja kamu terbiasa berhadapan langsung dengan pasien, kamu sebenarnya sudah memiliki pengalaman dalam memberikan pelayanan.
Kamu belajar memahami kebutuhan orang lain, memberikan informasi, menangani pertanyaan, dan tetap bersikap profesional dalam berbagai situasi.
Kemampuan tersebut bisa relevan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pelanggan atau pengguna layanan.
Jangan Hanya Menulis Jabatan di CV
Salah satu kesalahan ketika ingin pindah bidang adalah membuat CV yang hanya berisi jabatan dan tempat kerja.
Misalnya:
Perawat — Rumah Sakit X
Bidan — Klinik Y
Informasi tersebut memang penting, tetapi belum menjelaskan apa yang sebenarnya kamu kerjakan.
Kalau ingin melamar pekerjaan di bidang lain, coba jelaskan tanggung jawab dan kemampuan yang relevan.
Misalnya pengalaman mengelola dokumentasi, melakukan koordinasi, menangani administrasi, memberikan pelayanan, atau menggunakan sistem tertentu.
Dengan begitu, recruiter bisa lebih mudah melihat hubungan antara pengalamanmu dan posisi yang sedang dibuka.
Tidak Semua Skill Bisa Langsung Dipindahkan
Perlu diingat, transferable skill bukan berarti semua kemampuan dari pekerjaan kesehatan otomatis cocok untuk semua pekerjaan.
Kalau kamu ingin menjadi programmer, misalnya, kemampuan komunikasi dan ketelitian saja tentu belum cukup.
Kamu tetap perlu mempelajari kemampuan teknis yang memang dibutuhkan.
Begitu juga ketika ingin masuk ke bidang lain yang memiliki persyaratan khusus.
Jadi, cara berpikirnya bukan:
“Saya lulusan kesehatan, berarti saya bisa kerja apa saja.”
Tetapi:
“Saya punya pengalaman dan beberapa skill yang bisa digunakan di bidang lain. Skill apa yang masih kurang dan perlu saya pelajari?”
Cara berpikir ini membuat proses pindah bidang menjadi lebih realistis.
Mulai dari Pekerjaan yang Punya Titik Temu
Kalau kamu masih bingung ingin pindah ke bidang apa, coba mulai dari pekerjaan yang memiliki keterkaitan dengan kemampuan yang sudah kamu miliki.
Misalnya kamu terbiasa dengan administrasi dan dokumentasi, kamu bisa mencari posisi yang membutuhkan kemampuan tersebut.
Kalau kamu kuat di komunikasi dan pelayanan, kamu bisa melihat pekerjaan yang banyak berhubungan dengan pelanggan.
Kalau kamu terbiasa melakukan koordinasi, cari posisi yang membutuhkan kemampuan tersebut.
Dengan mencari titik temu, kamu tidak benar-benar memulai karier dari nol.
Lalu, Bagaimana Kalau Tetap Ditolak Karena Beda Jurusan?
Hal itu memang mungkin terjadi.
Ada perusahaan yang menetapkan latar belakang pendidikan tertentu sebagai syarat. Kalau begitu, kamu memang perlu mencari posisi lain yang persyaratannya lebih terbuka.
Jangan menganggap satu atau dua penolakan berarti kamu tidak punya peluang.
Career switch memang membutuhkan usaha lebih karena kamu harus meyakinkan perusahaan bahwa pengalaman sebelumnya tetap relevan.
Kalau ingin memahami lebih jauh tentang kemungkinan lulusan kesehatan bekerja di bidang lain, kamu juga bisa membaca panduan untuk lulusan kesehatan yang ingin pindah bidang.
Pindah Bidang Bukan Berarti Mulai dari Nol
Pengalaman bekerja sebagai tenaga kesehatan tetap menjadi bagian dari perjalanan kariermu.
Kamu tidak harus membuangnya hanya karena ingin mencoba pekerjaan lain.
Identifikasi kemampuan yang sudah kamu punya, cari tahu skill yang dibutuhkan di bidang tujuan, lalu lengkapi kekurangannya.
Dengan begitu, kamu punya alasan yang lebih kuat ketika menjelaskan kepada recruiter mengapa lulusan kesehatan ingin bekerja di bidang lain.
Jurusan mungkin menjadi titik awal kariermu, tetapi tidak harus menjadi batas akhirnya.