Selesai interview kerja seharusnya membuat kita lega. Semua pertanyaan sudah dijawab, pengalaman sudah diceritakan, dan akhirnya kita bisa pulang.
Tapi kenyataannya, justru setelah interview selesai, muncul pertanyaan baru:
“Tadi aku diterima nggak, ya?”
Kemudian kita mulai mengingat-ingat jalannya interview.
Tadi HR banyak bertanya. Apakah itu berarti tertarik?
Interviewer tadi beberapa kali tersenyum dan bercanda. Apakah berarti cocok?
Tadi ditanya, “Kalau diterima, bisa mulai kapan?”
Wah, jangan-jangan sudah hampir diterima.
Atau sebaliknya, interview ternyata hanya berlangsung sebentar. HR terlihat biasa saja dan tidak banyak bertanya.
“Kayaknya aku gagal.”
Keresahan seperti ini sangat wajar dialami pencari kerja. Apalagi ketika kita benar-benar menginginkan posisi tersebut.
Masalahnya, kita sering mencoba mencari kepastian dari hal-hal yang sebenarnya belum tentu bisa memberikan jawaban.
Jadi, apa saja sebenarnya ciri-ciri interview kerja berjalan baik? Dan apakah tanda-tanda tersebut berarti kita pasti diterima?
Jawaban singkatnya: ada beberapa indikator yang bisa menunjukkan interview berjalan positif, tetapi tidak ada satu pun tanda yang bisa menjamin seseorang pasti diterima sebelum perusahaan memberikan keputusan resmi.
Kenapa Setelah Interview Kita Jadi Banyak Menebak?
Sebelum interview, kita masih punya banyak hal yang bisa dikendalikan.
Kita bisa memperbaiki CV, mempelajari perusahaan, mencari tahu tentang posisi yang dilamar, dan berlatih menjawab pertanyaan.
Setelah interview selesai, sebagian besar proses berada di tangan perusahaan.
Kita tidak tahu apa yang akan dibicarakan interviewer setelah kita keluar dari ruangan.
Kita tidak tahu apakah masih ada kandidat lain yang sedang mengikuti proses.
Kita juga tidak tahu bagaimana perusahaan akan membandingkan seluruh kandidat.
Akibatnya, pikiran sering mencoba mencari kepastian dari hal-hal kecil yang terjadi selama interview.
Senyuman HR bisa terasa seperti pertanda.
Pertanyaan tentang gaji terasa seperti sinyal.
Pertanyaan tentang tanggal mulai kerja terasa seperti hampir mendapatkan offering.
Padahal, satu kejadian dalam interview tidak cukup untuk mengetahui keputusan akhir.
Ciri-Ciri Interview Kerja yang Berjalan Positif
Meskipun tidak ada tanda yang menjamin penerimaan, ada beberapa hal yang dapat menunjukkan bahwa percakapan interview berjalan dengan baik.
1. Interviewer Menggali Jawabanmu Lebih Dalam
Misalnya kamu menjelaskan pernah menangani pasien dengan kondisi tertentu.
Kemudian interviewer tidak langsung berpindah ke pertanyaan berikutnya, tetapi bertanya:
“Waktu itu kamu melakukan apa?”
“Kenapa memilih tindakan tersebut?”
“Bagaimana hasilnya?”
Pertanyaan lanjutan seperti ini menunjukkan bahwa interviewer sedang menggali informasi lebih jauh dari jawaban yang kamu berikan.
Ini bisa menjadi bagian positif dari proses interview karena percakapannya tidak berhenti pada jawaban singkat.
Namun, tetap jangan diterjemahkan sebagai “pasti diterima.”
Interviewer memang perlu mendapatkan informasi yang cukup untuk menilai kandidat.
2. Percakapan Berjalan Dua Arah
Interview yang baik biasanya tidak terasa seperti kandidat sedang menjalani interogasi selama satu jam.
Ada kalanya interviewer menjelaskan posisi, kondisi tempat kerja, sistem kerja, atau ekspektasi perusahaan, kemudian kandidat diberi kesempatan untuk merespons dan bertanya.
Percakapan dua arah dapat menunjukkan bahwa informasi mengenai posisi sedang dibahas secara lebih konkret.
Tetapi sekali lagi, suasana percakapan yang nyaman bukan keputusan akhir.
3. Kamu Ditanya Kapan Bisa Mulai Kerja
Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering membuat kandidat berharap.
Misalnya interviewer bertanya:
“Kalau nanti diterima, kamu bisa mulai kapan?”
Wajar jika pertanyaan tersebut terasa seperti sinyal positif.
Perusahaan memang perlu mengetahui ketersediaan kandidat, terutama jika posisi tersebut membutuhkan orang yang bisa segera bergabung.
Tetapi pertanyaan mengenai waktu mulai kerja belum sama dengan offering.
Untuk membahasnya lebih lengkap, baca:
[Ditanya “Kapan Bisa Mulai Kerja?” Saat Interview, Apakah Berarti Akan Diterima?]
4. Interviewer Menjelaskan Tahapan Berikutnya
Ini merupakan salah satu informasi yang lebih konkret dibandingkan sekadar membaca ekspresi interviewer.
Misalnya kamu diberi tahu bahwa setelah interview akan ada:
- interview dengan user;
- tes atau assessment;
- pemeriksaan kesehatan;
- pengecekan dokumen;
- atau tahap rekrutmen lainnya.
Jika perusahaan menjelaskan adanya proses lanjutan, berarti proses kandidat belum berhenti di tahap tersebut.
Namun tetap perlu membedakan antara melanjutkan proses seleksi dan sudah diterima bekerja.
Keduanya bukan hal yang sama.
5. Posisi dan Pekerjaan Dibahas Lebih Detail
Misalnya interviewer mulai menjelaskan:
- sistem shift;
- tanggung jawab posisi;
- lokasi penempatan;
- lingkungan kerja;
- jadwal;
- struktur tim;
- atau ekspektasi pekerjaan.
Pembahasan yang semakin spesifik dapat membantu kandidat memahami pekerjaan yang sedang dilamar.
Bagi kandidat, ini memang bisa menjadi tanda bahwa interview berjalan secara substantif.
Tetapi jangan langsung menganggap pembahasan detail tersebut sebagai tanda bahwa perusahaan sudah mengambil keputusan.
Bagaimana Kalau Interviewer Banyak Bercanda dan Terlihat Nyaman?
Ini juga sering menjadi bahan analisis setelah interview.
“HR tadi sampai ketawa.”
“User tadi cerita banyak.”
“Suasananya santai banget.”
Apakah berarti mereka menyukai kita?
Belum tentu.
Suasana interview yang nyaman tentu lebih baik untuk membuat percakapan berjalan lancar. Tetapi keramahan interviewer bisa merupakan bagian dari gaya komunikasi mereka.
Jadi, jangan menggunakan ekspresi interviewer sebagai satu-satunya alat untuk menebak hasil interview.
Kandidat bisa mengalami interview yang sangat menyenangkan tetapi tidak lolos.
Sebaliknya, interview yang terasa kaku belum tentu berarti gagal.
Bagaimana Kalau Interview Berlangsung Lama?
Ini juga sering dianggap sebagai tanda kandidat memiliki peluang besar.
Misalnya jadwal interview seharusnya 30 menit, tetapi akhirnya berlangsung hampir satu jam.
Bisa saja hal tersebut terjadi karena interviewer ingin menggali pengalaman kandidat lebih jauh.
Bisa juga karena percakapannya berkembang.
Namun durasi bukan ukuran yang bisa berdiri sendiri.
Interview yang singkat juga belum tentu buruk.
Karena itu, jangan membuat kesimpulan:
“Interview-ku satu jam, berarti aku lolos.”
Begitu juga:
“Cuma 15 menit, berarti gagal.”
Keduanya terlalu cepat untuk disimpulkan.
Bagaimana Kalau Interview Sudah Membahas Gaji?
Nah, ini salah satu situasi yang paling mudah membuat kandidat berharap.
Ketika HR bertanya:
“Ekspektasi gajinya berapa?”
Kandidat mungkin langsung berpikir:
“Wah, berarti mereka serius mempertimbangkan aku.”
Bisa saja pembahasan kompensasi memang merupakan bagian penting dalam proses rekrutmen.
Tetapi ada perbedaan antara:
- ditanya ekspektasi gaji;
- membahas range gaji;
- melakukan negosiasi;
- dan menerima offering.
Keempatnya tidak selalu berarti hal yang sama.
Jadi, kalau interview sudah membahas gaji, tetap jangan menganggap posisi sudah aman.
Pembahasan lebih lengkap mengenai hal ini dapat dibaca di:
[Interview Sudah Bahas Gaji, Apakah Berarti Pasti Lolos?]
Bagaimana Kalau Interview Cuma Sebentar?
Sekarang kita lihat sisi sebaliknya.
Bayangkan kamu sudah mempersiapkan diri berhari-hari.
Kamu datang ke interview.
HR hanya bertanya beberapa pertanyaan.
Tidak banyak basa-basi.
Kemudian interview selesai.
Kamu keluar dari ruangan sambil berpikir:
“Waduh, kayaknya gagal.”
Jangan langsung mengambil kesimpulan tersebut.
Ada banyak alasan mengapa interview bisa berlangsung singkat.
Bisa jadi interviewer sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Bisa jadi format interview memang dibuat singkat.
Bisa juga ada faktor lain yang tidak berkaitan dengan kualitas kandidat.
Karena itu, interview singkat bukan bukti otomatis bahwa kamu gagal.
Begitu pula interview panjang bukan bukti otomatis bahwa kamu diterima.
Untuk membahas situasi ini secara khusus:
[Interview Cuma Sebentar, Apakah Berarti Gagal?]
Jadi, Mana yang Benar-Benar Bisa Dijadikan Tanda?
Kalau harus dibedakan, ada dua jenis tanda yang perlu kamu pahami.
Tanda yang bisa menunjukkan proses berjalan positif
Contohnya:
- interviewer menggali jawaban secara mendalam;
- pembicaraan berjalan dua arah;
- posisi dijelaskan secara detail;
- perusahaan membahas ketersediaanmu;
- ada pembahasan mengenai tahapan berikutnya;
- kamu diminta melengkapi proses atau dokumen tertentu.
Hal-hal tersebut bisa menunjukkan bahwa proses interview berjalan secara aktif.
Hal yang tidak bisa dijadikan kepastian
Contohnya:
- HR banyak tersenyum;
- interviewer banyak bercanda;
- interview berlangsung lama;
- interview berlangsung singkat;
- HR terlihat sangat serius;
- HR terlihat santai;
- kamu merasa jawabannya sangat bagus;
- kamu merasa ada chemistry dengan interviewer.
Semua itu bisa menjadi pengalaman selama interview, tetapi tidak bisa dijadikan bukti bahwa keputusan akhirnya adalah menerima kamu.
Satu-Satunya Kepastian Adalah Keputusan Resmi
Pada akhirnya, ada perbedaan besar antara:
“Aku merasa interview-ku bagus.”
dan
“Perusahaan menyatakan aku diterima.”
Yang pertama adalah penilaian kita terhadap pengalaman interview.
Yang kedua adalah keputusan perusahaan.
Selama keputusan resmi belum diberikan, sebaiknya jangan menganggap diri sudah diterima.
Bukan karena harus selalu berpikiran negatif.
Justru sebaliknya.
Kita boleh berharap.
Kita boleh optimistis.
Kita boleh merasa bahwa interview tadi berjalan sangat baik.
Tetapi tetap menjaga ekspektasi.
Lalu, Apa yang Harus Dilakukan Setelah Interview?
Daripada menghabiskan waktu mengulang setiap percakapan di kepala, ada beberapa hal yang lebih berguna untuk dilakukan.
Evaluasi interview
Catat pertanyaan yang menurutmu berhasil dijawab dengan baik.
Kemudian catat juga pertanyaan yang membuatmu kesulitan.
Ini akan sangat berguna jika kamu mengikuti interview berikutnya.
Catat informasi penting
Kalau interviewer memberikan informasi mengenai timeline atau tahapan berikutnya, simpan informasinya.
Jangan hanya mengandalkan ingatan.
Tunggu sesuai timeline
Jika HR mengatakan akan memberikan kabar dalam beberapa hari, beri waktu sesuai informasi tersebut.
Tidak perlu langsung menganggap tidak ada kabar sebagai penolakan.
Follow-up jika diperlukan
Jika waktu yang dijanjikan sudah lewat dan belum ada kabar, kamu bisa melakukan follow-up secara profesional.
Tujuannya bukan memaksa HR memberikan keputusan, tetapi meminta pembaruan mengenai status proses rekrutmen.
Tetap mencari peluang lain
Ini mungkin bagian yang paling sulit.
Ketika kita sangat menginginkan sebuah pekerjaan, kita cenderung berhenti mencari lowongan lain karena berharap mendapatkan pekerjaan tersebut.
Padahal sebelum ada keputusan resmi, proses pencarian kerja tetap sebaiknya berjalan.
Satu interview bukan satu-satunya kesempatan.
Jangan Sampai Positive Thinking Berubah Menjadi Overthinking
Positive thinking setelah interview sebenarnya tidak salah.
Kamu boleh mengatakan:
“Kayaknya tadi aku sudah menjawab dengan baik. Semoga hasilnya bagus.”
Yang perlu dihindari adalah:
“Tadi HR senyum tiga kali, berarti 90% aku diterima.”
Karena ketika harapan dibangun dari tanda-tanda kecil, kita justru semakin mudah kecewa.
Positive thinking yang lebih sehat adalah:
“Aku sudah mempersiapkan diri dan memberikan yang terbaik. Sekarang aku menunggu keputusan. Kalau hasilnya sesuai harapan, alhamdulillah. Kalau belum, aku bisa belajar dan mencari kesempatan berikutnya.”
Dengan cara seperti itu, kita tetap optimistis tanpa menggantungkan ketenangan pada satu hasil.
Tidak Ada yang Benar-Benar Tahu Isi Kepala Interviewer
Mungkin ini jawaban yang paling sederhana dari seluruh keresahan setelah interview.
Kita tidak tahu apa yang dipikirkan interviewer setelah kita meninggalkan ruangan.
Kita tidak tahu kandidat lain seperti apa.
Kita tidak tahu bagaimana keputusan akhir dibahas secara internal.
Dan kita tidak selalu tahu alasan seseorang diterima atau tidak diterima.
Karena itu, jangan menghukum diri sendiri hanya karena interviewer terlihat datar.
Jangan pula terlalu percaya diri hanya karena interviewer banyak tersenyum.
Yang bisa kita baca adalah prosesnya. Yang menentukan hasil akhirnya adalah keputusan perusahaan.
Jadi, Apa Ciri-Ciri Interview Kerja yang Berjalan Baik?
Kalau dirangkum, interview dapat dikatakan berjalan secara positif ketika komunikasi berjalan lancar, interviewer mendapatkan informasi yang dibutuhkan, pertanyaan berkembang secara relevan, posisi dibahas dengan jelas, dan proses berlanjut ke tahapan berikutnya jika memang ada.
Tetapi semua itu tetap berbeda dengan kepastian diterima.
Tidak ada ciri interview yang bisa menjamin seseorang pasti mendapatkan pekerjaan.
Karena itu, setelah interview jangan terlalu sibuk mencari satu “kode” dari HR.
Lebih baik lihat keseluruhan proses.
Apakah ada tahapan berikutnya?
Apakah ada informasi konkret mengenai proses rekrutmen?
Apakah perusahaan memberikan timeline?
Apakah kamu diminta melakukan sesuatu setelah interview?
Itulah informasi yang jauh lebih berguna dibandingkan menebak arti satu senyuman atau satu pertanyaan.
Setelah Interview, Kamu Tidak Harus Langsung Tahu Hasilnya
Mungkin memang bagian paling sulit dari mencari kerja adalah menerima bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.
Kita bisa mempersiapkan diri.
Kita bisa menjawab sebaik mungkin.
Kita bisa datang tepat waktu.
Kita bisa menunjukkan pengalaman dan kemampuan yang kita miliki.
Tetapi setelah interview selesai, keputusan bukan lagi sepenuhnya berada di tangan kita.
Jadi kalau hari ini kamu baru selesai interview dan sedang bertanya:
“Aku bakal diterima nggak, ya?”
Tidak apa-apa berharap.
Tidak apa-apa positive thinking.
Tetapi jangan jadikan satu gestur interviewer sebagai jawaban.
Tunggu keputusan resminya, evaluasi pengalamanmu, dan tetap buka kesempatan untuk pekerjaan lainnya.
Karena dalam proses mencari kerja, terkadang yang kita kira sebagai “interview terakhir” ternyata hanya satu langkah menuju kesempatan berikutnya.
Tentang Hirenakes
Mencari pekerjaan bukan hanya tentang menemukan lowongan.
Ada banyak pertanyaan yang muncul sepanjang perjalanan: bagaimana membuat CV, menghadapi interview, menunggu kabar HR, memahami offering, sampai menghadapi penolakan.
Melalui Hirenakes, pencari kerja tenaga kesehatan tidak hanya membutuhkan informasi tentang lowongan kerja, tetapi juga informasi yang membantu mereka memahami proses di balik pencarian kerja.
Karena mendapatkan pekerjaan adalah sebuah proses.
Dan setiap proses memiliki cerita, pertanyaan, serta keresahannya sendiri.