Aktif Organisasi Belum Tentu Membuat Fresh Graduate Tenaga Kesehatan Dipilih HR

Banyak fresh graduate tenaga kesehatan memasukkan pengalaman organisasi ke dalam CV karena merasa hal tersebut dapat menjadi nilai tambah.

Memang bisa.

Namun, aktif organisasi tidak otomatis membuat seorang fresh graduate lebih menarik bagi HR.

Yang lebih penting bukan berapa banyak organisasi yang pernah diikuti atau berapa banyak sertifikat yang dimiliki, tetapi apa yang dilakukan selama berada di dalam organisasi tersebut.

HR Tidak Hanya Melihat Nama Organisasi

Misalnya seorang kandidat menulis:

Anggota organisasi mahasiswa selama 2 tahun.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa kandidat pernah aktif berorganisasi, tetapi belum banyak menjelaskan kemampuan yang dimiliki.

Bandingkan dengan:

Bertanggung jawab mengelola administrasi kegiatan dan berkoordinasi dengan 6 anggota tim dalam pelaksanaan program mahasiswa.

Contoh kedua memberikan informasi yang lebih jelas.

HR dapat melihat adanya pengalaman dalam administrasi, koordinasi, kerja sama, dan tanggung jawab.

Jadi, organisasi menjadi bernilai ketika aktivitas di dalamnya bisa menunjukkan kompetensi tertentu.

Sertifikat Bukan Bukti Utama

Memiliki sertifikat organisasi atau kepanitiaan tentu tidak salah.

Namun, sertifikat hanya membuktikan bahwa seseorang pernah mengikuti atau terlibat dalam suatu kegiatan.

Sertifikat tidak selalu menjelaskan:

  • apa perannya;
  • apa tanggung jawabnya;
  • masalah apa yang pernah dihadapi;
  • bagaimana cara menyelesaikannya;
  • dan apa hasil dari kontribusinya.

Karena itu, fresh graduate sebaiknya tidak menjadikan jumlah sertifikat sebagai ukuran utama kekuatan CV.

Lebih baik memiliki beberapa pengalaman yang dapat dijelaskan dengan baik daripada banyak sertifikat yang tidak diketahui kontribusinya.

Jabatan Tinggi Juga Bukan Jaminan

Menjadi ketua, koordinator, atau pengurus organisasi memang dapat menjadi nilai tambah.

Tetapi jabatan saja belum cukup.

HR mungkin akan melihat lebih jauh:

Apa yang dilakukan ketika menjadi koordinator?

Berapa banyak orang yang dikelola?

Masalah apa yang pernah diselesaikan?

Bagaimana cara mengambil keputusan?

Apa hasil dari program yang dijalankan?

Dengan demikian, yang dinilai bukan sekadar nama jabatan, tetapi kemampuan yang ditunjukkan melalui jabatan tersebut.

Anggota Organisasi Juga Bisa Punya Nilai

Bukan berarti fresh graduate yang hanya menjadi anggota organisasi tidak memiliki nilai.

Seorang anggota juga bisa memiliki pengalaman yang menarik jika memang memiliki kontribusi.

Misalnya:

Membantu mengatur peserta kegiatan dan berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Walaupun tidak memiliki jabatan sebagai ketua atau koordinator, pengalaman tersebut tetap menunjukkan kemampuan komunikasi, koordinasi, dan tanggung jawab.

Jadi, tidak perlu memaksakan pengalaman terlihat lebih besar dari kenyataannya.

Apa yang Bisa Dipelajari HR dari Pengalaman Organisasi?

Pengalaman organisasi dapat membantu HR melihat beberapa hal yang sulit terlihat hanya dari nilai akademik.

Contohnya:

Kemampuan Bekerja dalam Tim

Organisasi hampir selalu melibatkan orang lain.

Pengalaman bekerja bersama anggota dengan karakter dan cara kerja yang berbeda dapat menunjukkan kemampuan kandidat dalam berkolaborasi.

Tanggung Jawab

Jika seseorang diberikan tugas tertentu dan mampu menyelesaikannya, pengalaman tersebut dapat menjadi bukti tanggung jawab.

Komunikasi

Berkoordinasi dengan anggota, menyampaikan informasi, atau berhubungan dengan peserta kegiatan dapat menunjukkan kemampuan komunikasi.

Inisiatif

Kandidat yang pernah mengusulkan perbaikan, mengambil tanggung jawab tambahan, atau membantu menyelesaikan masalah dapat menunjukkan adanya inisiatif.

Kemampuan Menghadapi Masalah

Kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Cara seseorang menghadapi perubahan jadwal, kekurangan anggota, masalah teknis, atau kendala lainnya dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan problem solving.

Jangan Mengarang Pencapaian

Karena ingin terlihat menarik, fresh graduate terkadang tergoda memperbesar peran dalam organisasi.

Hal ini sebaiknya dihindari.

Jika hanya menjadi anggota, tuliskan sebagai anggota.

Jika membantu sebuah kegiatan, jelaskan kontribusinya.

Jika tidak memiliki angka pencapaian, tidak perlu membuat angka sendiri.

Kejujuran tetap lebih penting daripada membuat pengalaman terlihat spektakuler.

Saat interview, pengalaman yang ditulis di CV juga dapat ditanyakan lebih lanjut. Karena itu, pastikan setiap pengalaman benar-benar bisa dijelaskan berdasarkan apa yang pernah dilakukan.

Cara Mengubah Pengalaman Organisasi Menjadi Bukti Kemampuan

Coba gunakan pola sederhana:

Peran → Tugas → Tindakan → Hasil

Misalnya:

Peran: Staf divisi acara
Tugas: Membantu pelaksanaan kegiatan mahasiswa
Tindakan: Mengatur koordinasi peserta dan berkomunikasi dengan panitia
Hasil: Kegiatan berjalan sesuai jadwal dengan koordinasi antaranggota yang lebih terstruktur

Tidak semua pengalaman harus memiliki hasil berupa angka.

Yang penting, pembaca dapat memahami apa yang Anda lakukan dan kemampuan apa yang ditunjukkan.

Lebih Baik Relevan daripada Banyak

Fresh graduate tidak perlu memasukkan semua pengalaman organisasi yang pernah diikuti.

Pilih yang paling relevan dengan pekerjaan yang ingin dilamar.

Misalnya, jika melamar posisi tenaga kesehatan yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan kerja sama, pengalaman mengelola kegiatan, menjadi koordinator tim, atau berinteraksi dengan masyarakat bisa lebih relevan untuk ditonjolkan.

Sebaliknya, pengalaman yang tidak memiliki hubungan dengan posisi tersebut bisa ditulis secara singkat atau bahkan tidak perlu dimasukkan jika ruang CV terbatas.

Jadi, Apakah Fresh Graduate Harus Aktif Organisasi?

Tidak.

Organisasi bukan syarat mutlak agar fresh graduate dianggap memiliki potensi.

Fresh graduate yang tidak aktif organisasi masih dapat menunjukkan kemampuan melalui praktik, PKL, project kuliah, penelitian, volunteer, atau pengalaman lainnya.

Hal yang lebih penting adalah memiliki bukti bahwa Anda pernah belajar, mengambil tanggung jawab, menyelesaikan tugas, dan mengembangkan kemampuan yang relevan.

Inilah yang perlu dipahami ketika melihat apa yang dinilai HR dari fresh graduate tenaga kesehatan yang belum punya pengalaman kerja.

Kesimpulan

Aktif organisasi memang dapat menjadi nilai tambah bagi fresh graduate tenaga kesehatan.

Namun, HR tidak hanya melihat jumlah organisasi, jabatan, atau sertifikat yang dimiliki.

Yang lebih penting adalah kontribusi dan kemampuan yang ditunjukkan melalui pengalaman tersebut.

Jadi, daripada memenuhi CV dengan daftar kegiatan, lebih baik pilih pengalaman yang benar-benar dapat menjawab satu pertanyaan:

“Apa yang bisa saya buktikan dari pengalaman ini?”

Jika jawabannya jelas, pengalaman organisasi yang sederhana sekalipun dapat menjadi bagian yang membantu menunjukkan potensi Anda sebagai kandidat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top